Pada Pagi yang Senyap__
Pada kerikil lepas di lahan parkir.
Pada petak-petak sawah yang kian tergusur.
Pada pohon-pohon yang menari karena musim hujan telah tiba.
Pada angin sepoi yang menyapa saat kubuka jendela pagi hari sebelum berganti dengan dengung AC yang sepertinya mulai lelah menawar cuaca panas.
Bukannya ingin mengeluh....
Hari masih pagi saat semua suasana ini ingin kurekam dalam benakku dan jemariku tergerak mengurainya dalam catatan. Sesaat setelah tiba. Di ruangan belum ada siapa-siapa yang itu artinya, saya yang pertama tiba. Masih sepi.
Ah, pagi yang sejuk.
Ini adalah pagi kesekian di kantor baruku. Dengan jendela-jendela yang lebar membuat puas melihat keluar. Kabar baiknya, di belakang kantor ada petak-petak sawah dengan padi yang masih hijau, dari jauh seperti hamparan permadani. Pepohonan yang rindang di sisi yang lainnya. Itu pemandangan yang sempurna.
Saya sering menikmati moment 'melihat keluar' ini. Mengingat mejaku persis menghadap ke arah sudut lanskap alam itu. Kita bisa melihat gunung yang sesekali tertutup awan dari sini. Pemandangan langit juga tersaji sempurna, langit terlihat biru atau tertutup awan sangat jelas terlihat.
Jika sedang bosan, hanya perlu membuka tirai jendelanya lebar-lebar. Membiarkan mataku puas menangkap setiap bayangan cahaya yang tercipta. Saat cuaca yang teramat cerah kadang membuat silau, atau ketika langit penuh dengan gumpalan awan yang mengirim sejuk bahkan jika hujan belum sampai di bumi
Hei, ini tentang memulai hari.
Kita tidak harus langsung bergelut dengan semua tetek bengek pekerjaan itu, kan. Layar komputer yang memdesing atau lembar-lembar yang berisi angka dan huruf yang teramat membosankan
Hari masih pagi. Sungguh saya hanya ingin berterima kasih atas semua suasana ini. Pemandangan hijau yang masih bisa kita lihat, pada banyak kesempatan mengenal hal-hal baru.
Disini ketika semua hal terkadang menjadi beban tapi juga menjadi sebuah kesenangan. Iya bekerja itu penuh dinamika. Dinamika perasaan, naik turunnya semangat, hingga pada perubahan lingkungan tempat kerja. Itu tidak selalu pada keadaan menyenangkan, kadang harus berada di titik paling jenuhnya.
Tapi begitulah....
Bekerjalah agar engkau bersyukur. Kalimat itu tersimpan baik dalam memoriku. Dari kisah salah satu manusia mulia, Nabi Daud, kita harus terus belajar. Bahwa apa yang kurang pada dirinya bahkan seorang Raja dan sebagai utusanNya. Tapi ia tetap bekerja.
Dan bekerja menjadi sebab-sebab memperoleh rezeki yang halal.
Komentar
Posting Komentar