Eril Siapa?

"Siapa itu eril, Ma?"  Itu pertanyaan si anak muda, mungkin juga menjadi pertanyaan sebahagian kita , setelah ramai pemberitaan dirinya. 

Sejak dikabarkan tenggelam, lalu hilang, hingga kemudian ditemukan. Dalam kurun waktu 14 hari, banyak doa untukya, banyak yang sedih ikut kehilangan. 

Eril telah pergi, keluarganya sudah mengikhlaskannya dan sesaat kemudian jasadnya ditemukan kurang lebih 5 km dari tempat terakhir kalinya terlihat. Dan masyaAllah jasadnya utuh, meski secara ilmiah di sebabkan suhu sungai Aare yang dingin membuatnya terjaga dari kerusakan seperti umumnya tenggelam dan berhari-hari baru ditemukan. 

"Anaknya Pak Ridwan Kamil,  beliau seorang gubernur." jawabku. 

"Apa karena dia anak gubernur, Ma? jadi beritanya rame."

Itu tentu saja pernyataan si bocah yang hanya melihat beberapa kali tayangan beritanya dan terakhir tadi malam saat asyik menyimak tontonan kesayangannya dan beberapa stasiun tivi breaking news untuk menayangkan berita eril ini.  

Kita tak mengenalnya hanya tahu lewat berita-berita. 

Yang pasti beliau orang yang baik. Kita tidak tahu seperti apa dia,  tapi orang-orang yang mengenalnya mencintainya bahkan kita yang tidak mengenalnya pun ikut sedih melihat kejadian yang menimpanya mengingat begitu gemilang masa depannya kelak.  Tapi demikianlah takdir itu berlaku. Tidak peduli siapa, bagaimana, kapan. dan dimana kalau sudah berlaku maka tidak yang bisa menolak bahkan menundanya sekalipun.  

Eril hanya manusia biasa seperti kita, yang menunggu takdir menjemput. Satu yang pasti Eril meninggalkan banyak cerita yang baik hingga setelah kepergiannya kisah itu terus mendengung dan didengungkan. 

Dia anak gubernur atau anak orang biasa, yang pasti dia anak dari seorang Ibu, dia putra dari seorang ayah, dia kakak dari seorang adek, dan yang pasti dia baik di hati teman-teman sekelilingnya. 

Bahkan jika dia anak seorang presiden tapi tetap saja ayahnya tidak punya kekuasaan untuk menggerakkan hati manusia untuk mendoakan anaknya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pada Pagi yang Senyap__

Aku Suka Kopi

Mungkin Nanti__