Menunggu Kabar
Menunggu kabar berita.
Sejak kemarin saya sangat rajin mengecek linimasa berita online google di HPku. Berita anak Pak Ridwan Kamil yang tenggelam di sungai Aaree Swiss ikut menguras perhatianku. Semua orang tahu hingga saat ini hari kedua pencarian tapi sama sekali belum ada kabar baik.
Ikut sedih, ikut khawatir, dan berharap. Cemas seperti apa kondisinya setelah ditemukan.
Saya yang bahkan tak mengenalnya, hanya tahu lewat foto screenshoot beritanya, ikut pilu rasanya. Bagaimana dengan ibunya.
Semoga mereka diberikan ketabahan dan kekuatan iman untuk melewati ujianNya ini.
Hingga saya menulis di catatan ini karena sudah ke sekian kali saya membicarakannya dengan orang rumah.
"Kasihannya kodong," ucapku. Saya baru saja keluar dari dapur.
"Melihat wajahnya di foto-fotonya kayak anak baik begitu, sederhana, dan..."
"Biarmi benzema yang cetak goll tapi liverpool yang menang." Saya menyela pembicaraan Pak suami dan anak mudaku yang sedang asyik membahas liga champion yang tayang sebentar malam.
"Ddeh kalau berjam-jam begitu kira-kira masih ada kemungkinan selamat itu. ujarku kembali dengan nada khawatir."
Pak suami yang sebelumnya tidak terlalu memperhatikan kabar tersebut akhirnya ikut memantau perkembangan beritanya. Karena sebentar-sebentar, besok-besok, beberapa waktu kedepan saya pasti akan menggumankan pertanyaan yang sama 'ditemukanmi kodong?' mungkin karena saya seorang ibu jadi sangat sensitif dengan berita kehilangan anak seperti itu.
#semoga segera ditemukan dalam keadaan baik-baik saja.
#CatatanMama.
#28 Mei 2022
Komentar
Posting Komentar