Pembicaraan Dalam Ruangan___


Ini Pembicaraan Dalam Ruangan__

Itu statement dari Pak Kabag yang membuatku sejenak memasang telingaku baik-baik.  Sebelumnya pikiranku sudah ke mana-mana. Sesekali scroll whatshaap group, lalu buka-buka linimasi berita online.  Pokoknya saya sudah tidak fokus disini. Pembicaraan terkait DAK fisik ini rasanya makin mengabur bagiku. Anggaran sekian-sekian telah terealisasi sekian-sekian. Kenapa belum terealisasi alasan apa dan kenapa lainnya. 

Ada Ibu dari inspektorat yang sepertinya menjadi kunci. Sebab kliknyalah maka proses penyelesaian DAK ini terbaca di sistem yang tersambung dengam pusat. Ditangannya selembar kertas yang sesekali kembali dibaca, menginfokan sekian yang sudah selesai sekian yang belum. 

Bappeda sebagai penyelenggara kegiatan rapat ini memastikan semua berjalan sesuai dengan apa yang menjadi perencanaan awal itulah kenapa evaluasi ini diadakan sebagai bahan tentunya untuk dia dalam rapat cofee morning senin besok.  

Setelah menginvetarisir apa yang menjadi kendala lalu bagaimana solusi permasalahan. Rapat ini akan segera ditutup. 

Sebagai pengantar penutup dari Pak Kabag Pembangunan yang menjadi Tim yang bertugas dalam semua lelang barang dan jasa yang prosesnya sudah berada di tenggak waktu-waktu terakhir Ia mengeluarkan kalimat yang membuatku tergelitik untuk menulis ini. 'pembicaraan dalam ruangan' 

Kalimat ini memiliki konotasi yang tanda kutip__ Ssst kita boleh main mata, kan. Ini off the recoord. Aturlah disitu bagaimana supaya semua segera beres. Prosesnya nanti menyusul. Karena proses serapan yang lambat akan mempengaruhi prospek akan dapat lagi dana DAK nanti tahun depannya.  Lagian dari semua permasalahannya hanya beberapa kendala teknis satu dua hari bakalan beres. 

Eitss itu lagi-lagi hanya pikiran liarku. Nyatanya Pak kabag tidak senaif itu kok membahasakannya. 'Bapak-Ibu sekalian menjadi pembicaraan dalam ruang ini saja, bagaimana kemudian agar percepatan DAK ini bisa segera karena kita ketahui bersama bahwa yang menjadi prioritasnya tahun depan itu hanya pendidikan dan kesehatan' kurang lebih demikian bla, bla, dan seterusnya dan seterusnya....  Saya tidak lagi memperhatikannya. Lagi-lagi tentang DAK fisik dengan berbagai dokumennya beberapa istilah tak kupahami belum lagi kalau dia menyinggung tentang aplikasi-aplikasinya. 

Beberapa tambahan dari bagian keuangan dan aset Daerah dan kepala bagian yang terkait. Intinya ini sudah warning lewat  dari tanggal 21 juli artinya sepekan dari hari ini kalau tidak selesai persyaratan administrasi untuk pencarian dananya maka DAK ini akan hangus. Hhhh... 

Saya hanya kebetulan disini eh meski sebenarnya tidak ada yang serba kebetulan di dunia ini kecuali segala hal yang terjadi telah Allah tetapkan. Iya, saya mewakili teman yang sedang berhalangan, itupun dana DAK yang ditanganinya bukanlah fisik. Jadi kami tidak diminta untuk menyampaikan realisasinya. 

Demikianlah hari ini.... 
Ruang Rapat Sekda Kab. Bantaeng 
Kamis, 14 Juli 2022
*
*
*
Masih tentang pembicaraan dalam ruangan. Saya sudah pulang dari pertemuan yang membicarakan tentang DAK.  Eh DAK itu singkatan dari dana alokasi khusus. Karena ada khususnya berarti ada umumnya juga. Kalau yang umum itu yang rutin dipakai oleh Daerah mulai dari gaji pegawai hingga biaya untuk berbagai kegiatan di instansi-instansi baik yang sifatnya rutin maupun yang teknis. 

Nah bedanya dengan yang khusus ini, dia membiayai program-program yang sifatnya prioritas pusat dan dananya pun langsung dikucurkan dari kementerian bersangkutan. Biasanya alokasi dananya tak tanggung-tanggung bisa sampai milyaran. Itulah kenapa mulai dari syarat untuk mendapatkan bagaimana pencairannya hingga laporan pertanggungjawabannya sedikit ketat dengan berbagai embel-embel dokumen ini dan itu. Tentu saja agar semua dana ini benar-benar bisa dimanfaatkan dengan baik dan tepat sasaran sesuai cita-cita, meningkatkan kesejahteraan rakyat indonesia. Ehm itu sependek yang saya tahu.

Eh saya sudah di kantor, tepatnya ruang kerja  ppa. 

Kali ini kami benar-benar bicara dalam ruangan seharfiah maknanya. Ruang persegi tempat kerjaku dengan beberapa meja dan kursi yang berjejer rapat, ditambah pintu yang selalu tertutup. Fiks, saat kami ngobrol di dalam sini maka ini menjadi pembicaraan dalam ruangan.  

Pembicaraan kami bisa bermacam-macam mulai dari membicarakan pekerjaan kami, saling bercanda tentang banyak hal, bahkan saat saling mengeluh itupun sebuah pembicaraan di dalam ruangan ini.

Sesekali kami memastikan menutup pintu rapat-rapat agar pembicaraan kami tidak terdengar keluar ruangan. Tidak ada yang mau urusan domestik bidangnya diketahui orang luar, kan? Ah, semua pasti paham kita semua masing-masing memiliki wilayah pribadi, wilayah kelompok hingga lebih luas lagi. Dan masing-masing wilayah akan kita jaga ruang privasinya. 

Ssst, di ruangan ini terkadang ada kasus kekerasan perempuan dan anak yang sedang dalam proses penanganan. Jadi itulah mengapa kami selalu menjaga agar pembicaraan dalam ruangan ini tidak boleh keluar.  Selain menjaga kerahasiaan korban pun pelakunya, memang secara moral itu tidak etis. 

Ah, ini tentang pembicaraan dalam ruangan. 

#berbagi cerita

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pada Pagi yang Senyap__

Aku Suka Kopi

Mungkin Nanti__