Catatan Random__
CatatanRandom___
Aku baru menyadari kalau tulisan di catatan ini sangat random. Mungkin begitulah seorang yang moody sepertiku. Kemarin menulis A hari ini tentang B, eh, nanti-nanti persoalan Z lagi yang ditulisnya. Tidak ada yang benar-benar fokus, hingga akhirnya terlihat lompat-lompat.
Ini genre apa, sih?
Mau apalagi. Aku menulis selalu tergantung perasaan. Jika sedang senang maka tulisanku mungkin akan penuh bunga-bunga pun jika sedang jengkel maka bisa jadi huruf yang terangkai akan sangat berduri.
Sebenarnya akupun ingin menulis seperti yang lain. Mengikuti prosedurnya dan normal dengan semua sistematikanya. Menemukan ide, lalu melakukan riset. Selanjutnya membuat petanya biar tidak tersesat dalam perjalanan nantinya. Iya, menulis itu sebuah perjalanan__Oh, ya, mungkin karena tak memiliki peta hingga selalu saja tersesat__
Selajutnya barulah proses menulis itu dimulai. Katanya bagian ini akan mudah setelah semua proses sebelumnya di lakukan dengan baik. Konon seorang penulis hebat bahkan hanya memerlukan beberapa hari untuk menulis tapi perlu waktu tahunan untuk risetnya. Lah, diriku, bagian inipun main hantam saja. Menulis semaunya. Bikin judul dan langsung menulis. Meskipun pada akhirnya harus stuck bahkan saat baru saja paragraf itu dimulai.
Riset ? Aku bahkan berfikir itu terlalu kedengaran keren bagiku. Mungkin itulah kenapa tulisanku hanya tentang hal yang kutemui, yang kurasakan saat itu, dan sedang kulakukan. Lalu mengklaim itu juga tulisan. Bahkan jika itu hanya curhatan.
Lucu sekali bukan, bahkan saya kadang ingin menertawakan diriku. Tapi kasihan. Jangan. Karena itu tetaplah sebuah usaha, seperti yang biasa mereka bilang untuk jangan membandingkan jalan orang lain dengan dirimu. Karena setiap orang memiliki prosesnya masing-masing.
Biarlah seperti ini adanya. Menulis saja seperti keinginanmu. Dalam kesunyian tanpa siapapun yang akan bertanya kenapa begini dan begitu atau mengaturmu seharusnya seperti ini dan itu.
Aku tahu jiwamu sudah cukup tertekan dengan semua permasalahan, dengan segenap keriuhan di sekelilingmu, pun segala hal rumit yang telah kau temui di tempat kerjamu. Jadi cukuplah semua itu telah membuatmu dipenuhi beban.
Urusan kesenanganmu biarlah ia berjalan tanpa aturan. Toh itu hanya tentang menulis, cukuplah iman di dada sebagai teman jalannya. Lakukanlah dengan semenyenangkan mungkin tanpa terbebani dengan semua prosedurnya. Iya, menulislah dengan bahagia.
Realita sudah cukup berat, jadi tentang menulis biarkan ia seringan kapas terbang ke sana kemari. Atau kalau perlu semudah bernafas.
Tidak mengapa random. Bahkan memilih sesuatu kita kadang melakukannya acak biar dapat kemungkinan yang lebih banyak bertemu jackpot. Hehehe.
Hei, bukankah jadinya seperti pelangi? Penuh warna dan tentu saja indah. Tiap saat berubah, jadi tak bosan mengecap rasa yang berbeda tiap munculnya. Sekali waktu berganti warna. Iya, bukankah pada dasarnya kita amat menyukai hal yang penuh warna, kan.
One day .... Nanti, saatnya akan tiba aku akan menulis dengan baik setiap hal. Iya, untuk itu aku masih belajar.
Komentar
Posting Komentar