Di Penghujung Agustus__

Di Penghujung Agustus_ 

Benar-benar telah di ujungnya, hari ini tanggal 31 Agustus. Seperti bulan-bulan yang lainnya, agustus pun sama. Awal-awal kita bilangnya bulan baru, dan di akhir-akhir menyebutnya bulan tua. Kalau dalam peredarannya itu menunjukkan umurnya maka bulan sangat beruntung karena setelah utuh sebulan ia akan kembali muda. Memulai lagi proses yang baru dan demikian seterusnya. 

Ah, tapi saya bukan menulis bagaimana bulan-bulan ini merangkai hari hingga membentuk satu purnama. Itu terlalu luar biasa rasanya. Saya hanya ingin menitip pesan cinta di catatan ini, tulisan yang sudah kukirim di WAG keluarga kecil kami. Untuk mengingat kembali betapa perjalanan kami telah sekian purnama, bahkan terlalu muda untuk meminjam kata purnama karena usianya telah satu dekake lebih. Semoga kami selalu dikuatkan. Aamiin ya Rabbal Alamin. 
*
*
*
Karena Aku, Kamu telah menjadi KITA

Happy Anniversary ya ....

Semoga Allah selalu menjaga cinta di hati kita.

Tidak terasa sudah 18 tahun mengarungi bahtera yang bernama rumah tangga. Bukannya tidak ada badai karena mana ada laut tanpa riak dan ombak. Tapi karena kita InsyaAllah Allah  selalu berusaha bekerjasama, saling support dan terutama saling menghargai dan  menyayangi. Alhamdulillah kita bisa melaluinya... sampai hari ini dan semoga Allah mengijinkannya sampai ke syurgaNya nanti. Aamiin....

Semoga Allah selalu menjagamu dalam keridhaanNya. 

Bilangan tahun itu bukan hal sesederhana hari ini, kemarin dan besok,  sebagaimana waktu berlalu atau hari-hari itu berganti seperti biasanya. Kita merangkainya menjadi pekan menggenapkan tiap purnamanya hingga tanpa terasa menjadi bilangan tahun.

Terima kasih atas seluruh cinta dan penerimaanmu hingga di bilangan tahun ke sekian kita bersama. Yang Alhamdulillah rasanya tetap sama saat awal bertemu. Tidak berubah. Meski nyatanya waktu telah mengubah banyak hal. Iya, kulit yang tak lagi kencang dan rambut yang sudah tak hitam lagi, kan. 

Hari ini tanggal 2 bulan 8 tahun 2022, dan delapan belas tahun yang lalu tepatnya tanggal 2 bulan 8 tahun 2004. Tetiba angka-angka itu terlihat ajaib, masing-masing  utuh terbagi dan kembali ke angka-angka yang sama. 8 dibagi 4 itu 2,  4 dibagi 2 itu 2. Akan tetap di angka yang sama bahkan untuk waktu yang lama. Akan tetap sama. Semoga demikian kita adanya berdua. 

Dulu saya berfikir kita tidak akan cocok, kau yang selalu bercanda membuat ramai suasana, dan aku yang tak banyak bicara. Aku yang selalu mau segalanya rapi dan kau yang seadanya. 

Tapi saat bersama ternyata aku yang banyak bicara dan kau yang banyak mendengar. Dan satu yang pasti guyonanmu membuat rumah kita menjadi riang, kata beberapa teman  salah satu sebab saya menjadi awet muda hahaha.  

Ah, ada banyak cerita sepanjang waktu sekian itu. Saat kita bersama. Saat kita tertawa. Saat semua tak berjalan sesuai keinginan. Saat syukur menumpuk-numpuk pun saat kita harus mengatur banyak sabar di hati kita. 

Semoga Allah selalu menolong kita untuk tetap bersama dalam jalan-jalan ibadahnya. 

Tidak peduli seperti apapun jalannya. Semoga Allah memampukan kita untuk senantiasa bersyukur pada tiap ujianNya, dan tetap bersabar dalam limpahan rahmatNya. 


by. Mama 😊

#Bantaeng, 2 Agustus 2022

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pada Pagi yang Senyap__

Aku Suka Kopi

Mungkin Nanti__