September Masihkah Ceria ?___
September dengan ceritanya tersendiri. Ceria. Entah sejak kapan kita menyebutnya demikian. Meski semua bulan menyimpan keceriaannya masing-masing, tapi entah kenapa september itu khas dengan cerianya sendiri. Kita seperti berdendang dengan sebuah lagu__September ceriaaa....
Baiklah, apa salahnya ikut menikmati euforianya. Bahkan jika awal september tidak selalu mewakili kata itu.
Hei, apa ceria-cerianya saat kabar kenaikan bbm kian mengemuka, kasus yang viral itu makin penuh drama. Belum lagi kasus korupsi terbesar yang beritanya malah tenggelam oleh kasus yang penuh rekayasa itu.
Iya, tapi yang paling genting itu, BBM akan naik. Itu sudah keputusan pemerintah, katanya untuk pengurangan subsidi yang tidak tepat sasaran atau apalah. Katanya utang kita kian meroket. Entahlah.
Dulu naik sedikit saja itu sudah didemo dimana-mana. Tapi sekarang? Konon yang suka demo dulu itu sudah duduk manis disana menikmati kebijakan-kebijakan yang tak berpihak ke rakyat kecil.
Setelah BBM naik semua harga sembako dan teman-temannya juga menyusul. Eh gaji kami tetap jalan di tempat, tidak naik-naik. Kasihan sekali, bukan.
Padahal negeri itu katanya sangat kaya, tapi ko bisa terlilit utang segitu banyaknya.
Sepertinya beberapa yang dipercaya mengurus negara terlalu foya-foya, hedon, gonta-ganti mobil, koleksi hermes pula. Pantaslah. kekayaan negeri ternyata hanya untuk memenuhi gaya hidup mewah orang-orang tertentu saja. Rakyat kecil yang harus menderita.
Ah, rakyat kian pandai menilai hhhmmm.
Jangan salah mereka sendiri yang mempertontonkannya. Dibagi di akun-akun sosial media mereka. Dan ssst kasus yang baru-baru viral ini sungguh bukti nyata sebuah konsorsium bagaimana wajah pejabat-pejabatnya.
Rekayasa, tipu-tipu, judi, dan itu apa namanya__ harta tahta dan wanita.
Saya biasa membaca cerita-cerita itu di novel-novel, karena fiksi maka segalanya di dramatisasi, penuh hal tak terduga. Tapi ternyata hari-hari ini kejadian-kejadian demikian sudah ada di dunia nyata, benar-benar terjadi. Jadi khawatir berita-berita hari ini akan kalah seru dibanding membacanya di serial-serial fiksi. Atau jangan-jangan ulasan di media-media lebih drama dibanding drama itu sendiri.
Ah, sudahlah ini september ....
Konon itu hanya terjadi di negeri antah berantah. Semoga negeriku makmur, aman, damai, dan sentosa. Pemimpin-pemimpinnya jujur, adil dan amanah. Rakyatnya taat dan saling menjaga.
Ini september ceria ....
Berfikir akan ceria itu sama dengan merencanakan sepanjang bulannya akan dipenuhi keceriaan. Bukankah segala sesuatu tergantung kita menanggapinya seperti apa.
Komentar
Posting Komentar