Yang Salah Siapa?__
Seratus lebih itu angka yang terlalu banyak rasanya. Saat dikabarkan ada yang meninggal meski satu orang saja itu sudah sangat, dduhhh. Habis nonton bola, tim kesayangan kalah, ribut hingga kehilangan nyawa itu sungguh sangat disayangkan.
Dari dulu permainan bola itu sebuah hiburan ya pemainnya ya penontonnya.
Tapi hari ini permainan yang sejatinya menghibur, pertandingan yang seharusnya makin mengeratkan persaudaraan, dan semua hal baik tentang sepakbola sudah terlalu sering diwarnai kericuhan, bentrok sana-sini, yang rugi siapa?
Hari ini semangat sportifitas sepak bola kembali dicederai oleh sikap arogan dan ego orang-orang yang katanya menyukai sepak bola. Tapi lihatlah rasa sukanya pada permainan ini tidak membuatnya memiliki karakter sebagaimana seharusnya sepak bola itu. Tentang kerjasama, tidak egois, dan saling empati. Entahlah mereka benar-benar penggemar bola atau hanya ....
Apa yang ada dalam benaknya.
Bukankah dalam pertandingan memang selalu ada yang menang dan kalah. Yang menang bergembira, yang kalah sedih, kecewa. Itu wajarlah. Tapi sampai harus ribut, anarkis dan berujung kericuhan begini. Banyak yang meninggal, belum yang luka-luka. Aduh sayang sayang sekali nyawa itu hanya satu. Dduhh. Mati-mati gara-gara nonton bola. Ya Allah, semoga Allah mengampuni mereka yang telah meninggal diterima segala amal ibadahnya.
Dduhh suporter. Kalian itu pendukung seharusnya mendukung timnya. Bukannya melemparinya dan lain sebagainya.
Meski menurut berita tidak semua penonton anarkis. Jadi banyak korban gegara tembakan gas air mata yang diarahkan ke tribun. Padahal disana banyak wanita, ada anak-anak. Mereka panik berlarian keluar padahal hanya ada satu pintu. Jadinya berdesakan, ada yang terinjak, dan sesak nafas. Yang salah siapa?
Lalu aparat .... Apakah selalu serepresif itu ketika harus meredakan keributan. Tidak adakah cara-cara yang lebih manusiawi yang sedikit resiko celakanya. Aduh, tidak semua penonton se anarkis itu. Apalagi beberapa korban ternyata anak-anak. Belum lagi tentang penggunaan gas air mata bukankah katanya di larang. Dduhh ....
Ngeri, ngeri liat beritanya. Sangat sedih. Itu jumlah yang sangat sangat banyak. Sudah 187. Innalillahi wa innailaihi rojiun ....
#turut berduka tragedi Kanjuruhan
Komentar
Posting Komentar