Cukup di sini, Tak Usah Basa-Basi Itu__
Aku ingin beranjak saja. Apa pentingnya bagiku pembicaraan ini. Namun teman-temanku sedang asyik-asyiknya ngobrol. Mungkin ini adalah bagian dari kerja-kerja mereka selama ini. Mau tidak mau saya harus disini juga untuk sementara, tidak etis rasanya pamit pulang lebih dulu.
Tempat yang bisa kudatangi tanpa harus beranjak pergi adalah di sini. Memo. Ruang nyaman ini bernama catatan. Aku bisa tertawa terbahak-bahak tanpa mengganggu orang lain. Dan, ssssttt, aku kadang menangis di ruangan ini tanpa ada yang tahu. Menyenangkan sekali bukan. Ini seperti tempat rahasia.
Seperti kali ini aku merasa sepi di keramaian .... Entahlah beberapa hal aku tak bisa masuk dalam obrolan disekitarku mungkin karena aku tak tahu saja dan memilih diam.
Suatu waktu aku akan menyimak, sesekali menyela tapi waktu tertentu aku benar-benar tidak ingin terlibat. Memilih menarik diri dan tenggelam dalam catatan ini.
Mengobrol dengan diriku sendiri menanyakan kabarnya, apakah dikau baik-baik saja.
Oh, ya sesaat lalu aku melihatmu menarik nafas panjang dan ada denyut jantung yang sedikit tak beraturan. Ada apa? Apakah lintasan memori itu masih acapkali mengganggu. Apakah karena bagian yang telah kau tinggalkan jauh-jauh muncul lagi di hadapanmu?
Iya, apa yang telah kau lakukan sudah benar. Tariklah lagi nafas dalam-dalam tidak peduli beberapa kali, sehingga dadamu tak lagi sesak.
Semua hal yang tak kau sukai akan mengganggumu hanya jika kau membiarkan ia menerobos masuk dalam hatimu dan membuat huru-hara disana. Sepanjang kau bisa menjaganya itu tidak akan memengaruhimu.
Mungkin untuk sesaat hatimu bergetar, denyut jantungmu terpacu tapi sekali lagi itu hanya reaksi spontan yang beberapa detik kemudian akan bisa kau atasi.
Luar biasa. Aku ingin mengucapkan terima kasih yang teramat besar. Hingga kini kau bisa baik-baik saja.
Kita tak pernah bisa benar-benar melupakan hal buruk yang mengganggu itu, meski kita telah kukuh untuk tak lagi menengok ke belakang karena nyatanya ia kadang menyapa tepat di hadapan kita. Menyambut seolah tanpa beban ingin kembali menarikmu dalam pusarannya.
Untuk sesaat hampir saja semua lintasan memori itu kembali menari tapi kau memilih menepisnya, tersenyum padanya dan kembali melambaikan tanganmu. Tetaplah di sana cukup sudah hal sedih itu memengaruhimu.
Kau mungkin tak bisa segera mengusirnya jauh-jauh tapi dengan tersenyum padanya itu adalah hal baik yang bisa kau lakukan.
Terima kasih untuk tetap bisa bertahan.
Komentar
Posting Komentar