Cerita Hari Itu__

Di rumah hanya kami berdua. Biasanya berlima. Jadinya terasa sunyi. Apalagi tidak ada suara si bungsu yang selalu heboh, bercerita banyak hal, bertanya ini dan itu.

"Sepinya, Ma." Itu sudah kesekian kali dia ucapkan. Si kakak laki-laki yang baik hati ini ternyata merasakan hal yang sama. Padahal biasanya dia yang paling suka mengeluhkan tingkah adiknya. Bahkan sampai menjadi bahan pertengkaran. Tidak ada yang mau mengalah lalu ributlah lagi. 

Biasanya memang demikian, terkadang hal-hal yang terasa menjengkelkan justru akan dirindukan.

Begitulah.

Pada akhirnya kita hanya harus mencintai setiap moment yang terjadi. Karena nanti  saat waktu itu telah menjauh, kita akan merindukan tiap keadaan itu.  Dan waktu tidak akan pernah kembali. 

Bapak, Kk Zayya si kakak remaja dan si bungsu yang selalu mau di panggil azkiya si anak cantik sedang berlibur. Mereka dalam rombongan keluarga besar SMAPAT ke Yogyakarta. 

Daerah istimewa Yogyakarta atau disingkat DIY memang selalu menjadi tujuan wisata selain Bali khususnya bagi kami yang dari Sulawesi. Kita akan langsung teringat dengan candi borobudur yang pernah tercatat sebagai salah satu keajaiban dunia.  

Yogya memang istimewa setiap menyebut hal baik maka kita akan menyebut nama kota ini. Seyogyanya itu artinya sebaiknya, kan. Sepertinya ini bukan hanya sekedar anekdot mengingat kota yang penuh sejarah ini disebut pula sebagai kota pelajar. 

Mereka disana selama empat hari.  

Kami berdua tidak ikut, selain memperhitungkan biaya yang besar jikalau semuanya berangkat, juga karena saya memang tidak punya libur. 

Meskipun pada hari keberangkatan mereka, kami juga ikut, turut naik bis besar sampai di Makassar. Rencananya kami akan berlibur juga meski hanya satu dua hari. 

Di Makassar sudah menunggu Ibu dan saudara yang lain. Kami sudah merencanakan ini jauh hari. 

Selama dua hari di Makassar kami ramai-ramai nonton film Dinosaurus yang sedang tayang di bioskop. Besoknya ke tempat wisata yang tidak jauh dari rumah adikku tempat kami menginap. Namanya wisata kebun disana anak-anak mandi-mandi dengan puas di kolam renang dan berkeliling dengan skuter. Bahkan adikku mengajak kami lagi ke tempat lain, mumpung anak-anak libur katanya tapi kami harus segera pulang ke Bantaeng.

Maka sepulang dari Makassar jadilah di rumah hanya berdua dengan si anak muda. 

Saat si anak cantik sedang di Yogya dia rajin mengirim foto-fotonya saat ke berbagai tempat. Menelfon, menceritakan keseruan jalan-jalan di sana. 

"Disini perpustakaan namanya taman pintar, Ma!" serunya di ujung telfon. 

"Wow, itu artinya kita akan pintar kalau banyak membaca, ya," ucapku.

Masih banyak lagi ungkapan kekagumannya. Tentang dia naik mobil offroad sambil menikmati pemandangan gunung berapi. Menikmati sensasi naik flyingfox. Menyaksikan langsung candi Borobudur yang biasanya hanya dia lihat dalam buku pelajarannya atau di tayangan TV. Belum lagi saat ia baru saja mendarat dari pesawat, mengingat ini adalah pengalaman pertamanya terbang dengan burung besi.

Sebelum berangkat kami sudah menduga ekspresinya pada perjalanannya kali ini. Dia sangat bersemangat. 

#Karena setiap cerita adalah sebuah kisah.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pada Pagi yang Senyap__

Aku Suka Kopi

Mungkin Nanti__