Monolog Akhir Tahun__
"Ma' hari senin sekolahmi, tidak terasa libur setahun di'." itu ucapan si anak muda ketika tanpa terasa libur semester tersisa dua hari lagi.
Meskipun liburnya hanya sepekan, dia selalu dengan penuh gaya mengatakan libur kali ini itu setahun. Hehehe ....
Itu karena libur semester ini menyeberang ke tahun depan. Jadinya hari libur yang sebenarnya hanya kurang lebih 10 hari ini seolah menjadi setahun. Hanya seolah. Hanya karena kita sedang berada di akhir tahun.
Dan hari ini menjadi penghujung tahun 2022.
Sayapun baru menyadari ternyata sabtu ini menjadi hari terakhir dalam lembaran kalender penanggalan yang kita pakai. Menjadi hari terakhir kita membubuhkan angka 2022 setiap kali kita harus mencatat sesuatu yang memerlukan tanggal dan tahunnya.
Besok kita ganti kalender.
Besok sudah tahun 2023. Ah, sepanjang 2022 rasanya baru kemarin saja. Padahal itu tiga ratus enam puluh lima hari, ada ribuan jam bahkan jutaan detik untuk waktu itu. Kita telah melaluinya.
Besok angka itu telah berganti.
Semoga besok dan sepanjang tahunnya lebih baik daripada tahun sebelumnya.
Biasanya tiap penghujung tahun selalu ada banyak pertanyaan. Eh jangan bilang perayaan ... Kecuali rekan kita yang memiliki keyakinan berbeda tentu saja ini menjadi hari rayanya. Yang mereka rayakan dengan sukacita. Sebagai sesama umat beragama kita wajib menghormatinya. Menghormati itu bukan berarti harus ikut juga merayakannya. Cukuplah kita meyakini itu. Lagian saya bukan sedang menulis tentang perayaan tahun baru dengan terompet dan petasannya itu. Atau acara bakar-bakar ikan sambil menunggu detik pergantian tahun, tidak.
Sekali lagi ini hanya tentang pertanyaan. Apa yang telah selesai, seperti apa rencana tahun depannya, dan semua tanya lainnya.
Pertanyaan yang entah kenapa selalu membuatku harus berfikir akan menjawab seperti apa, memulai dari mana. Karena itu akan panjang rasanya. Bahkan menjadi horor. Atau karena saya tidak mau mengakui ada banyak yang masih tertinggal jauh, ada banyak yang belum selesai. Bahkan urusanku dengan diriku sendiri masih begitu rumit.
Itu akan menjadi monolog yang tak berujung.
Tapi tidak usah khawatir, aku tidak akan membebanimu dengan semua pertanyaan lagi. Aku malah akan mengucap terima kasih ...
Terima kasih telah bertahan, terima kasih untuk setiap senyum dan semua yang bisa dan telah kau lakukan. Tidak ada yang kecil apalagi hanya remeh, setiap hal yang terjadi dan kau lewati adalah luar biasa.
Hal yang harus dilakukan adalah tidak perlu terlalu khawatir dengan tahun depan yang sudah di depan mata, dan jangan sedih atas tahun yang telah kita tinggalkan. Seperti apapun ia, yang lalu telah berlalu dan yang nanti akan terjadi belumlah terjadi.
Nikmatilah hari ini .... Lakukanlah yang terbaik.
#see you tomorrow
Komentar
Posting Komentar