Tetang Kawan__
Duhai sahabat yang kini terpisah jarak. Waktu yang sulit mempertemukan ataukah kesempatan yang enggan mendekat.
Ah, kita. Susah sekali menjadwal meski jika hanya pertemuan singkat. Selalu saja ada hal sehingga keinginan bersua harus kalah oleh urusan yang jauh lebih penting.
Pada akhirnya kita hanya dapat bertemu karena tiba-tiba saja berpapasan. Sebab ketika serius membahasnya, direncanakan berkali-kali, eh malah tidak pernah kesampaian.
Entahlah .... Banyak hal telah berubah.
Kita pernah sepakat menamai interaksi diantara kita dengan sebuah kata yang indah 'teman, kawan, lalu sahabat'
Iya, dulu ....
Kita teramat dekat hingga tak ada masalah pribadi yang luput kita obrolkan. Dalam pembicaraan yang intens. Bahkan terlalu sering hingga tak ada hari yang terlewati tanpa cerita-cerita seru itu.
Lalu kemudian masing-masing kita menjadi sibuk dengan urusan pribadi masing-masing. Kita sudah memiliki tanggungjawab yang padanya menyita hampir seluruh waktu.
Jarak yang dulu tak terhalang sekarang menjadi teramat jauh. Meski ada HP yang membuat semuanya teramat mudah. Kita bisa kembali mengobrol tentang banyak hal, bahkan dengan melakukan video call seluruh ekspresi akan tampak disana.
Tapi entahlah ....
Hubungan itu menjadi hambar. Tak ada lagi greget menanti pertemuan berikutnya. Semangat rindu yang menggebu seolah telah tergerus oleh chat di ruang-ruang maya.
Kawan, sekali waktu kau bahkan hanya membaca pesanku. Tanpa sempat lagi membalasnya. Bahkan mendiamkan chatku hingga berhari-hari, tertimbun, katamu.
Lalu aku menyadari kosa-kata dalam hubungan kita telah berubah. Teman lama.
Bahwa selalu, hal yang menggambarkan lama itu hanya tentang apakah menjadi antik lalu akan mahal harganya atau hanya berakhir sebagai barang rongsokan disingkirkan di sudut-sudut karena membuangnya kadang sayang. Hingga terlupa kalau kita pernah memilikinya.
Aku berharap kita memilih yang pertama.
Merawat baik-baik hubungan itu. Meski tak lagi seperti dulu tapi tetap saja aku dan kamu adalah sahabat. Sahabat yang tetap kurindukan meski kini hanya dalam diam. Sekali waktu melihat kabarmu di sosial media, lalu saling berbalas komentar.
Waktu boleh jadi mengubah banyak hal dan tak lagi memberi kesempatan untuk bersua. Tapi satu hal yang tidak akan berubah yaitu kenangan.
Kita memiliki semua memori itu, kita hanya perlu moment untuk membangkitkan semua kenangan itu lalu setelahnya kita akan kembali tertawa. Mengenang semua hal konyol yang pernah kita lakukan, bahkan hal yang dulu teramat menyebalkan.
Layaknya nostalgia masa lalu .... Itulah kita.
Komentar
Posting Komentar