Jika Hari ini Panas, Yakinlah Setelahnya Ada Sejuk___
Berada di ruangan, rasanya panas, saat keluar pun sama saja. Saya tidak tahu harus bagaimana lagi... Hari ini benar-benar gerah rasanya.
Ac di ruangan kewalahan mengatur suhu sesuai yang tertulis dalam remot controlnya. Alih-alih 16 derajat celcius ia bahkan melampaui suhu ruang yang seharusnya 36 derajat. Andai ada pencatat suhu mungkin akan berada pada angka diatas 40 derajat celcius. Alias ACnya tak mempan. Rindang pepohonan di samping kantor juga tak memadai untuk menawar terik matahari hari ini.
Kondisi seperti ini biasanya karena ada daerah yang tidak jauh dari sini sedang turun hujan, lalu kita merasa sebentar juga akan hujan. Saya tidak tahu seperti apa prosesnya kenapa panas bumi meningkat padahal hujan akan turun.
Dan saya kian kepanasan rasanya.
Saya sekarang di area smoking kantor ini. Tempat yang sedikit terbuka. Tapi panas tetap memenuhi udara.
Berharap dengan membuka catatan ini rasa gerah akan berkurang. Mengalihkan perhatian, kan! Saat mengubah fokus boleh jadi kita akan sibuk dengan hal itu lalu yang lain tidak akan mengganggu kita lagi termasuk cuaca panas hari ini.
Tapi, entahlah hingga beberapa kalimat di catatan ini, rasa gerah kian menggigit rasanya. Dan saya menyerah .... Memilih masuk saja, semoga di dalam sana lebih dingin, setidaknya ada ac yang berusaha mengaturnya. Daripada terus bertahan disini, bahkan semilir angin pun tak ada yang berhembus.
Dan....
Saya sudah di dalam.
Beberapa menit berselang saya kembali membuka catatan ini. Selalu menjadi tempat ternyaman rasanya. Membunuh jenuhku sekaligus memangkas waktu yang seolah lebih panjang dari biasanya.
Entahlah, saat tidak ada hal yang harus diselesaikan. Ah, ini awal tahun, kan, masih seputar administrasi-administrasi yang bisa diselesaikan nanti-nanti. Dan saat siang-siang begini rasanya sudah jenuh.
Ditambah suasana yang kian gerah saja. Bahkan untuk menscroll gawai yang biasanya seru menjadi tidak menarik lagi. Film yang baru saja ku download pun tidak membuatku teralihkan dari rasa gerah ini.
Dan, hei, telingaku menangkap suara yang teramat familiar. Suara yang paling dirindukan saat-saat seperti ini... Bagai simfoni dengan melodi yang indah, teramat indah malah hingga bisa menjadi lagu pengantar tidur. Iya, apalagi kalau bukan suara hujan.
Iya, hujan telah luruh ke bumi. Rasa bahagia membuncah memenuhi dadaku. Saya melihat sejenak ke jendela.
Allahuma shoyyiban nafi'an .... Ya, Allah turunkanlah kepada kami hujan yang bermanfaat.
Hujan selalu turun karena rahmatNya. Bahkan jika hari ini kita menginginkan hari yang cerah.
Melihat titik-titik air yang turun membentuk ribuan larik-larik itu selalu spektakuler rasanya. Pemandangan yang menyenangkan. Dan entah sejak kapan ruangan ini rasanya kembali sejuk.
Luar biasa sekali sepenggal waktu hari ini, ya... Sesaat lalu merasakan gerah kepanasan oleh cuaca yang terik lalu tidak lama kemudian hujan turun dengan deras. Rasa sejuk seketika memenuhi udara.
The real 'silih berganti' kan. Bahwa sebentar panas sebentar hujan hanyalah persoalan waktu.
Jadi sabarlah sebentar saja, karena tidak lama lagi semua hal akan berganti.
****
Catatan....
#25 Januari 2023
Tulisan dua hari lalu, saya tidak menyangka jadinya beberapa paragraf. Itu berarti cerita remeh temeh dalam sepanjang hari kita boleh jadi akan menjadi sebuah cerita, bukan.
Jadi menulislah .... Selalu ada yang bisa membuatmu akan terus menulis. Ide hanyalah nama lain dari sekian banyak tulisan yang telah tercipta.
#LiterasiPositif
Komentar
Posting Komentar