Sepotong Cerita Hari Ini___
Kami sedang menunggu. Dan rasa bosan mulai menggelitikku.
Lobi kantor DPRD rasanya senyap. Hanya sesekali kami saling menyela, kenapa rapatnya belum dimulai juga. Ada undangan pertemuan dengan Komisi 1 DPRD, entahlah terkait apa. Harusnya yang ikut hanya beliau-beliau yang memakai safari saja.
Lalu?
Saya hanya diminta ikut dengan membawa serta RKA. Begitulah birokrasi. Selalu ada item dalam uraian tugas pokok dan fungsi kami yang disingkat tupoksi untuk melaksanakan tugas dan perintah atasan yang lainnya.
Dan beberapa yang bernasib sama denganku memiliki pertanyaan serupa dalam benaknya.
"Ini rapat tentang apa?"
"Dalam suratnya hanya diminta untuk mengikuti pertemuan dengan komisi A."
"Biasanya ini terkait dengan anggaran," gumam yang lain.
Menit berlalu ini rasanya makin lama. Tapi beruntunglah ada ruang disini. Dan huruf-huruf ajaib ini merangkai.
Apakah ini tentang kesabaran yang berada pada limit batasnya? Tapi katanya kalau berbatas itu bukan kesabaran namanya.
Baiklah .... Bersabar menunggu. Kita selalu bisa memilih.
Dan ditangan kita saat ini seluruh keseruan sedang antri untuk dihampiri. Tinggal mengklik-klik, geser-geser, dan kita tinggal memilih mau yang membuat senyum-senyum atau tersedu-sedan. Hingga yang membuat geram juga ada.
Jadi rasanya ini hanya soal tempat. Dimanapun, kita akan selalu menunggu. Entah sedang berada di kantor bahkan jika hanya di rumah saja. Menunggu giliran, menunggu moment, dan bahkan menunggu saat PULANG.
Menit berlalu ... dan....
Ayolah, ini bertugas juga. Hanya saja kali ini seorang akan memberi tahu kami soal jadwal kapan kami akan masuk ke ruangan dan rapat bersama anggota dewan yang terhormat akan dimulai. Oh, ya tepatnya di ruang rapat komisi A yang katanya adalah mitra kami di DPR, termasuk Dinas Pendidikan dan Kebudayaan yang sedang rapat di dalam. Itu sependek yang saya tahu.
Dan ... Kami masih menunggu. Iya, kami. Bu Kabid, teman-teman PPA, Pak Sekdis, dan juga bidang lain.
Seharusnya tidak lama lagi karena Dinas yang sebelumnya sudah hampir selesai saat kami baru saja tiba.
Seseorang keluar dari ruang rapat itu, berbicara dengan Bu Kabid.
"Kita pulang dulu, sebentar sesudah ashar baru kesini lagi," Kalimat yang memutus catatanku disini sekaligus membuat kami serentak ber-ah panjang.
Enak saja mereka atur-atur waktu begitu. Bukannya mereka yang kasi jadwal jam sekian, kita datang. Menunggu bahkan hampir satu jam lebih, lalu seenaknya merubahnya.
Tentu saja itu hanya gerutu dalam hatiku. Toh, kami mengiyakan, bersedia datang sebentar sore.
Salah satu hal terbaiknya, sesaat sebelum membuka catatan ini, saya sempat menyimak video nasehat dari Ustadz Bachtiar Natsir. Sepertinya ini relete dengan hal-hal yang kita temui suatu hari. Yang sekali waktu membuat jengkel. Bahwa dalam hidup ini kita jangan fokus pada hal-hal yang membuat kecewa tapi fokuslah mencari cintaNya Allah. Masih panjang ulasan beliau. Dan itu sudah cukup membuatku untuk berhenti sejenak dengan kegiatan menscroll layar gadgetku.
Dan memilih di sini. Pada lembar-lembar catatan .... Yang selalu sukses berujung pada penerimaan yang baik.
Allah tidak pernah iseng membuatmu berada pada suatu tempat dan keadaan. Kecuali tersebab Dia menginginkan kebaikan untukmu.
A few moments later ....
Ah, bayangkan saja, ini sebuah tayangan. Lalu ada lompatan waktu karena rasanya tak mungkin menuliskan setiap detail jam hingga bagian yang ingin kuceritakan telah tiba.
Jangan khawatir ini hanya seperti kesimpulan. Pertemuan yang direncanakan sudah selesai.
Iya, setelah kami pulang dan sorenya kembali lagi ke gedung DPRD. Dan Anggota dewan yang terhormat telah menunggu kami. Rapat berlangsung dan selesai dengan sebuah pemahaman. Ini tentang pilkades, pemilihan kepala desa yang tak lama lagi. Dinas PMDPPPA sebagai penyelenggara tentu saja harus menjelaskan ke beliau-beliau bagaimana persiapan-persiapan yang telah dilakukan hingga bagaimana prosesnya nanti akan berlangsung.
Pak Sekdis memaparkannya dengan baik. Para Anggota Dewan, paham. Rapat berakhir. Dan kami pulang.
#Menulis Saja
Komentar
Posting Komentar