Rasa___


Tentang Rasa

Ini tentang rasa, tapi bagaimanalah aku akan mengisahkannya saat rasa itu entah dimana kini.  Rasa yang telah hilang. Mungkinkah? 

Menjalani hari tanpa rasa. Itu rasanya mustahil. Karena sungguh kita adalah makhluk rasa, pemain rasa, hingga menjadi tak mungkin rasa itu tak ada lagi.  

Ah, ini bukan tentang rasa yang pernah ada.  Jadi tidak perlu baper. 

Sekali lagi ini tentang rasa. Ibarat masakan tanpa menambahkan bumbu-bumbu yang pas di dalamnya maka bisa jadi makanan itu hanya tawar saja. Apa enaknya tanpa rasa. 

Lalu dimanakah rasa itu. 

Hei, jangan pernah bermain-main dengan rasa.  Beberapa hal bahkan yang mungkin saja buruk itu berawal dari rasa yang salah. 

Lalu, seperti apakah seharusnya rasa itu. 

Pertama sekali,  kita harus sepakat dulu. Kita mau menambahkan rasa apa. Karena ternyata rasa itupun amat beragam. Pahit dan manis, pun asam dan gurihnya. 

Pada hal tertentu kita ingin hal itu menjadi manis, pada suatu saat kitapun butuh pahit, karena terkadang rasa pahit itu justru adalah obat. Pun dengan rasa yang lainnya. 

Ternyata kitalah yang harus pandai mengolahnya. Kapan rasa manis itu ditambahkan, dan dalam keadaan bagaimana rasa pahit atapun asam dan gurih itu datang melengkapi proses mencipta rasa itu. 

Ah,  sepertinya kita harus belajar banyak tentang mengolah rasa. Ini bukan hanya tentang menambahkan gula dan garam sekian sendok, ini bahkan lebih rumit dari meracik semua bumbu-bumbu masakan. Harus pas takarannya harus sesuai waktunya, kapan ia akan ditambahkan kapan harus menguranginya. 

Kabar baiknya seperti belajar memasak, ini hanya tentang terbiasa. Lalu pada akhirnya kita akan terlatih. 

Hari ini boleh jadi rasa yang diperoleh teramat asin, yakinlah setelah berlatih setiap hari, dan seterusnya. Kita akan makin pandai. Karena belajar tentu saja tidak bisa dalam sekejap, hei Roma tidak dibangun dalam semalam, kawan. Dalam belajar apapun satu hal yang harus selalu dicamkan dalam-dalam jangan pernah berhenti, bahwa seperti apapun hasilnya kelak sungguh Allah lebih mencintai semua proses itu. Jadi teruslah meniti jalan itu latihan, belajar, latihan lagi, belajar lagi. 

Ini makin menarik bukan? Kalau olah raga itu penting untuk kesehatan tubuh maka olah rasa pun sama pentingnya bagi kesehatan hati dan jiwa kita. 

Sama seperti olah raga yang tidak boleh terhenti, maka olah rasa pun harus terus menerus.

Sungguh ini tentang rasa. Maka seperti apakah kita menambahkan rasa dalam hari-hari yang panjang ini.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pada Pagi yang Senyap__

Aku Suka Kopi

Mungkin Nanti__