Tentang Kabar Hari Ini___
Apa kabar?
Tentu saja saya harus segera menanyakannya, karena setelah sekian lama rasanya tak ada kabar berita. Pun jika muncul hanya sekali dua kali, setelahnya entah kemana lagi.
Iya, bagaimanalah janji tentang cerita hari ini, juga tentang nanti kita akan berkisah perihal mimpi-mimpi besok.
Tentang rasa yang silih berganti. Ah, itu selalu seru untuk kita bahas, kan. Rasa sesak yang tiba-tiba menyeruak, lalu sesaat kemudian rasa bahagia yang membuncah memenuhi dada. Entah bersamaan datangnya atau bergantian.
Tentang semangat yang naik turun bahkan jika itu hanya tentang jenuh yang tiba-tiba menyapa.
Bukankah setiap keadaan adalah sebuah cerita ... Karena jika tidak dengan tulisan ini bagaimanalah kisah itu akan mengabarkan keadaannya.
Bahkan jika tidak ada kabar, itu tetaplah sebuah kabar bahwa tidak ada kabar.
Baiklah.... Kukabarkan cerita hari-hari ini.
Eh itu tidak selalu mudah. Entah kenapa kita tetap selalu memilih bagian yang mau diceritakan itu. Bukannya tak ingin berbagi sepenuhnya hanya tidak semua hal harus dibagi, kan. Tetap ada satu dua bagian yang tersimpan rapat enggan untuk bersuara. Entahlah itu seperti ruang pribadi. Mungkin itulah yang disebut istilah sekarang... Privacy. Pun jika itu bukanlah hal yang sangat pribadi dan seharusnya akan lebih baik untuk diceritakan maka itu akan sampai pada waktunya, pelan-pelan. Tunggu saja.
Suatu waktu semua hal yang tertutup itu sedikit demi sedikit akan mengabarkan dirinya .... Jangan khawatir semua tetap baik-baik saja.
Tahu, kan. Bahwa katanya kita tak akan pernah bisa mentransfer seratus persen seluruh perasaan kita. Itulah kenapa selalu ada sebuah ruang di hati yang tak pernah bisa kita pahami. Salah satu hal baiknya dengan bercerita dengan memiliki keluarga, teman yang mau diajak berbagi membuat ruang itu tidak terlalu besar.
Iya, mungkin ini ada hubungannya dengan hal tersimpan rapat itu. Dan kita selalu memiliki tempat yang tepat untuk semua hal itu .... Yaitu DIA Sang Pemilik hati kita. Sungguh hanya padaNya semua keluh kesah itu, karena hanya Allah SWT. jualah yang mampu mengendalikanNya.
Karena ... Hati setiap manusia berada diantara jemariNya.
Jadi seperti apa hari ini?....
Beberapa hari ini dengan rutinitas yang sama, besoknya dan besoknya lagi. Pagi yang siap-siap, lalu seharian di tempat kerja sesekali pulang jika ada hal yang mendesak. Saat sore tiba waktunya pulang. Pulang dengan seluruh kegembiraan ... bahkan seringnya dituliskan menunggu jam pulang itu sesuatu. Ada banyak cerita. Tapi entahlah akhir-akhir ini tak lagi seseru waktu-waktu dulu saat seluruh rasa sedemikian menyenangkan untuk diceritakan.
Hei, apakah menjadi sebaliknya sekarang? Menulis karena sedang jenuh. Menjadi jenuh dan malah bosan dengan menulis. Boleh jadi bukan? Saat merasa tulisan yang tak maju-maju, masih begitu-begitu saja. Itu selalu berat, kawan. Alih-alih menulis itu menyenangkan, seperti biasanya saat mengakhiri rangkaian huruf-huruf ini. Ini menjadi seperti .... Ehmm.
Ah, begitulah perasaan.
#Karena kabar memang tak selalu baik-baik saja.
#Cerita awal maret
Komentar
Posting Komentar