Kue dari Asse__
Ada dua jenis kue, Sari Mukka dan Roko-Roko. Kali ini dari kemenakan jauh, namanya Asse. Bukan kemenakan dari sepupu kesekian juga, hanya saja rumahnya yang cukup jauh dibanding kerabat yang lain, meski masih dalam daerah yang sama. 15 menit perjalanan sudah tiba.
Ada banyak, hingga saya harus membaginya dengan tetangga.
Setiap Ramadhan dia memang selalu rajin membuat kue dan membaginya ke kami. Kerabatnya di kota. Selalu begitu, bukan hanya satu jenis. Kalau tidak salah ingat bulan puasa tahun lalu itu sampai ada brownis juga. Dia ke kota dengan dibonceng anaknya, bersusunlah tempat kue yang dibawahnya. Ada beberapa rumah yang dia datangi. Ah, semoga dia selalu Allah sehatkan, semangatnya menyambung silaturrahmi dan berbagi luar biasa.
Tentang kedua kue tersebut....
Kue roko-roko, sesuai namanya yang berarti bungkus-bungkus maka kue ini dibungkus dengan daun pisang, isinya juga terdiri dari pisang dan adonan tepung beras bersama santan sehingga perpaduan gurih dan legit juga manis pisang terasa sangat pas.
Kue ini menjadi salah satu penganan yang agak rumit kalau diperkotaan karena susah mencari daun pisang untuk membungkusnya.
Lalu kue sari mukka, ini tak kalah enaknya. Rasa legit dan gurih dari campuran tepung beras dan santan yang diberi aroma pandan berpadu dengan manis gurih gula merah dan kocokan telur untuk lapisan atasnya.
Yang pasti kedua jenis kue ini butuh effort lebih untuk membuatnya. Selain bahannya yang tidak hanya sekedar campur-campur, dan sat-set selesai. Tidak. Itu tak semudah dengan hanya tambahkan ini dan ini lalu jadi. Selalu butuh keterampilan. Terkadang kalau tak sesuai takaran, salah satu bahannya tak tepat, maka hasilnya akan ambyar.
Meskipun sekarang katanya semua serba mudah, tinggal bertanya pada google, atau nonton tutorialnya di you tube tapi tetap saja praktek satu dua kali tidak serta merta langsung membuat kita jago. Terkadang ada trik-trik khusus yang para ahli itu tak membaginya. Karena itu harus diperoleh dengan latihan serta beberapakali membuat kesalahan.
Setiap sesuatu memang memiliki proses, dan itu tidak selalu mudah.
Begitulah, kali ini kami berbuka dengan ke dua jenis kue itu. Roko-roko dan sari mukka.
Yang jelas keduanya bukan gorengan yang katanya selalu menduduki peringkat atas sebagai menu takjil terlaris di pasar-pasar Ramadhan. Tapi setiap kita memang dengan seleranya masing-masing. Kami sekeluarga tidak terlalu sering menghadirkannya.
Selain karena gorengan tidak terlalu bagus sebagai menu berbuka, kecuali jadi cemilan saat pulang tarwih, tapi seringnya setelah pulang rasanya sudah mau tidur saja, mengingat subuh dini hari harus bangun lebih awal lagi untuk makan sahur. Dan gorengan juga tidak pas saat sahur. Jadinya sop buah, es cincau, puding dan kue basah lebih sering menjadi alternatif. Hanya saja kalau kue-keu basah seperti sari mukka atapun roko-roko agak susah membuatnya.
#Kue
#Bantaeng pada hari senin 3 April 2023.
Komentar
Posting Komentar