Roti Beras dari Seorang Kawan__

Sore itu menjelang berbuka puasa saya sedang di dapur sibuk memasak. Beberapa sudah selesai, sayur, ikan, dan es buah untuk berbuka puasa. Dan puding labu yang dibuat tadi siang juga sudah set tinggal dipotong dan ditata di atas piring saji, ini sebenarnya untuk camilan sepulang sholat tarwih nanti. 

Sudah hampir beres, semua urusan dapur itu. Bersamaan dengan lantunan suci ayat-ayat Alquran dari masjid-masjid, sebagai tanda waktu berbuka puasa tak lama lagi. Mengalun syahdu di antara suara gerimis hujan di luar sana. Iya, sejak tadi siang hujan seolah membungkus kota kami.  

"Ada paket, Mama," ujar bocahku riang sambil membawa kantongan plastik di tangannya. 

"Siapa yang bawa?" tanyaku, menghentikan sejenak aktivitasku menerima kantongan yang saat kubuka berisi roti beras. Saya langsung menebaknya, yang biasa bikin penganan ini Kak Fia, tapi, "siapa yang bawa?" ujarku setengah berteriak. Kepala segera menoleh ke arah ruang depan. 

Tanpa menunggu jawaban. Saya bersegera keluar dan mendapati Pak suami yang sudah menutup pintu depan. 

"Eh, siapa yang bawa?" tanyaku kembali. 

"Kalau tidak salah, dia bilang Kak Fia," jawab Pak suami. 

"Eh, manami orangnya kenapa nda dusuruh masuk."

"Iya, dipanggilji masuk. Tapi kayak buru-buru, mungkin karena sebentar lagi buka puasa."

"Tapi, beneran Kak Fia?" Saya lupa Pak suami  tidak terlalu mengenalnya, boleh jadi ini pertamakalinya mereka ketemu. 

"Dia pake mantel, motornya ada logo KBnya."

"Oh,  cocokmi beneran Kak Fiah." 

Dduh, jadi tidak enak. Sudah jauh-jauh dibawakan malah tak sempat ketemu. Saya segera mengambil HP hendak menghubunginya. Tapi sesaat terfikir dia masih dijalan. Jadi saya memutuskan mengirim pesan whatsapp saja. Bilang terima kasih, sudah membagi kami roti berasnya. 

Sebelumnya Kak Fiah pernah bikin lagi, dalam jumlah banyak dibawa ke kantor. Di kantor kami makan rame-rame rasanya sangat enak, saat itu sedang hujan-hujan dan roti berasnya masih hangat-hangat. Aroma falofonya itu yang paling istimewa karena Kak Fiah menambahkan durian. 

Oh, ya,  roti beras atau di bugis disebut roti berre, 'berre' yang artinya beras memang salah satu penganan khas di daerah sulsel. 

Penganan yang terbuat dari campuran tepung beras dan sedikit pengembang serta santan itu lalu dibakar atau dipanggang dalam cetakan bulat. Ini mirip-mirip dengan kue serabi atau surabi,  yang kuliner khas jawa barat itu. 

Kemudian untuk siramannya dinamakan falofo, itu terbuat dari gula merah yang dicairkan lalu ditambahkan sedikit maizena atau telur agar sedikit kental dan santan kental. Lalu dimasak hingga mendidih, dan boleh ditambahkan durian. 

Hhhm, rasanya itu paduan gurih legit dan manis. 

*****
Bantaeng, hari ahad 2 April 2023

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pada Pagi yang Senyap__

Aku Suka Kopi

Mungkin Nanti__