Siapakah Penjahat Sebenarnya___

Baru saja ada video viral lagi. Laki-laki dengan motornya entahlah berapa usianya, melihat perawakannya itu masih dibawah usia dua puluhan mungkin saja masih remaja. Dia memotong konvoi mobil pejabat yang sedang melintas, bahkan motornya persis di depan mobil dengan plat RI 1, beberapa suara yang terekam dalam video itu menyebut nama Pak Presiden. Kaget melihat aksi nekat si lelaki ini. 

"La nabuno kalenna," seru yang lain dalam bahasa setempat yang berarti mau membunuh dirinya. Itu memang tindakan paling nekat, sedikit saja motornya tersenggol maka dia akan jatuh. Kecelakaan. Lalu siapa yang rugi. 

Belum lagi itu jelas tindakan melanggar hukum bahkan jika itu bukan konvoi pejabat negara. Apatah lagi ini mobil orang nomor satu Indonesia, yang menjaga marwahnya adalah harga mati.  Itu jelas tindakan penghinaan pada simbol negara.  

Si pemotor itu telah melanggar etika. 

Tapi saya tidak tahu mau bilang apa. Apalagi saat melihat video berikutnya, rupanya tak berselang lama si lelaki bermotor ini ditangkap. Dia digelandang ke kantor polisi dengan kiri kanannya para petugas berseragam yang tak henti menghadiahinya bogem mentah.  

Seperti penjahat besar bahkan melebihi gembong narkoba. Bajunya dilucuti. Saya hanya tiba-tiba teringat dengan video-video penangkapan koruptor. Bahkan jika itu operasi tangkap tangan atau OTT. Mereka saat dijemput masih sempat senyum dan menyapa para wartawan. Ah,  berbeda sekalian perlakuan mereka.

Pencuri uang rakyat hingga milyaran, perampas hak orang miskin,  orang tua terlantar, penyandang disabilitas di negeri ini.

Padahal .....

Siapakah penjahat sebenarnya.  

Pun reaksi kita. Pernah suatu waktu bahkan ada yang mati-matian membela, katanya dijebaklah, katanya beliau baiklah, dan sebagainya. Padahal sudah terbukti dia korupsi tapi entah kenapa seolah menutup mata. 

Kenapa kita tak adil melihat ini. Mungkin terlalu jauh kalau meminjam istilah yang sedang rame hari ini  'standar ganda'

Begitu buas saat orang lain yang melakukan kesalahan, tapi saat orang tersalah itu adalah kelompoknya banyak sekali bicaranya mencari pembenaran akan tindakannya.

Ada lagi yang lebih miris....

Ini jauh lebih parah. Kejahatan kala itu malah korupsi bantuan, lalu ada yang  bilang itu bukan korupsi sebenarnya, hanya keuntungan yang diperoleh sebagai penyelenggara kegiatan. Paket bantuan yang seharga 50 ribu dapat kekurangan pembelian alias diskon tersisa 35 ribu, jadi selisih 15 ribunya masuklah ke kantong dia. Entah dimana logika berfikirnya. Pejabat itu bukan pedagang tapi pelayan masyarakat, lalu akan seperti apa bangsa ini ketika pejabatnya tega mengambil untung dari rakyatnya. Lalu sebagian rakyat malah memaklumi itu. Innalillah ....

Apakah itu berarti salah dan benar dalam pandangan umum mulai tersamar? Padahal hitam dan putih dalam syariat teramat jelas.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pada Pagi yang Senyap__

Aku Suka Kopi

Mungkin Nanti__