Selamat Hari Pendidikan


Meski masih sering terdengar... buat apa sekolah tinggi-tinggi kalau setelah tamat hanya ke kebun juga. Atau tidak usah kuliah, sekarang bertebaran sarjana pengangguran. 

Bahkan ada yang bilang sudah capek-capek sekolah uang habis tapi hanya tinggal dirumah menjadi ibu rumah tangga.  

Begitulah. 

Bahwa masih banyak masyarakat kita yang berfikir bahwa pendidikan hanyalah syarat untuk mendapatkan pekerjaan, sebagai tangga untuk mendapatkan uang. Dan teramat menyesali para sarjana yang memilih hanya di rumah mengurus anak.  

Beberapa bulan lalu tanpa sengaja menguping diskusi-diskusi anak-anak yang sedang mengikuti musrenbang anak. Bahwa memang masih ada orang tua dengan pola pikir seperti itu. Jangankan menumbuhkan motivasi bahkan dukungan ternyata tak mereka peroleh.

Jadinya keinginannya untuk melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi harus kandas, dan beberapa berujung pada pernikahan usia anak. 

Itulah kenapa pendidikan masih selalu menjadi isu utama yang harus diselesaikan. 

Selamat hari pendidikan ....

Meski hari-hari ini sebagian besar dari kita sepertinya lebih butuh hiburan dibanding konten-konten mendidik.  

Scroll tiktok, nonton drama maraton  masih lebih sering dibanding sroll bacaan-bacaan yang bermanfaat. 

Lebih senang membahas artis yang sedang menikah, cerai, dan sedang putus nyambung dibanding diskusi bermanfaat. 

Selamat hari pendidikan, bangsaku. 

Semoga nilai-nilai luhur para pendahulu, kalimat-kalimat bijak mereka, tak hanya sekedar caption pada setiap postingan sosial media kita. 

Dan hakikat utama pendidikan kembali tertanam dalam hati setiap generasimu. 

Bahwa pendidikan sejatinya sebagai sebuah alat untuk mengubah keadaan menjadi lebih baik dan memberi manfaat bagi sekitar.

#Hardiknas2023

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pada Pagi yang Senyap__

Aku Suka Kopi

Mungkin Nanti__