Semalam di Jogja__

Saat bilang semalam di Jogja, itu terasa menghipnotis untuk mengawali catatan ini. Itu membawa benak kita pada suasana malam pada tiap sudut malioboro mungkin dengan secangkir kopi diiringi musik jalanan. 

Iya, meskipun lebih tepatnya 4 hari di sana dan tidak seperti yang dipikirkan. Saya bahkan tidak sempat mencicipi kopi disana. 

Ini tentang perjalanan. Perjalanan menemani, urus ini itu tapi pada akhirnya ini adalah jalan-jalan, cuci-cuci mata atau yang populer sekarang healing-healing. Tapi sebaiknya pakai istilah refreshing saja. Karena psikolog tidak menganjurkan kata healing untuk sebuah aktivitas bagi seorang yang sebanarnya teramat sehat hanya saja butuh jeda untuk beristirahat dari rutinitas. 

Sebab katanya lagi hasil study dari beberapa mereka yang izin untuk healing justru berakhir hampa. Kembali ke rutinitas bukan dengan semangat baru tapi kian lelah dan tak produktif. 

Kenapa demikian?

Karena konsep healing adalah penyembuhan, yang seharusnya tentang perjalanan ke dalam diri. Nah, ketika salah maka tubuh akan meresponnya demikian. Kan kacau. Ah, sudahlah tidak perlu bingung apapun istilahnya kembali ke membangun niat awal dan menata perasaan pada apa yang dilakukan. Dan mensyukuri setiap moment dalam kehidupan. Ya, jalan-jalannya pun diam ditempat tak kemana-mananya. Jangan menganggap ini adalah sebuah pelarian karena pada dasarnya kita tidak akan pernah bisa pergi dari kehidupan apalagi rutinitas yang ingin kita tinggalkan. Dan ini juga tentang sudut pandang. Selalu berusaha melihat dari sisi terbaiknya. 

Ah,  ini jadi panjang padahal ingin bercerita perjalanan kemarin. 

Jadi lupa harus memulai dari mana. 

Jogja, setiap sudutnya adalah tentang kenangan. Bukan Jogja namanya jika tak mencipta rindu. Demikianlah beberapa frasa yang kutemui dibeberapa tempat di sana. Aku mencoba menyelami maknanya. 

Tapi satu hal yang teramat melekat beberapa hari disana yaitu kota ini teramat bersahaja. Terpukau dengan keramahan dan kesederhanaan mereka. Tidak salah kota ini dijuluki kota pelajar, bukankah pendidikan yang baik akan membangun karakter baik pula. Dan tentu itu tidak dibangun dalam semalam, semua tahu secara turun temurun mereka menjaga warisan salah satunya budi pekerti luhur. 

Pada mba-mba yang santun, pada sopir bus yang berwajah ceria dan pada semua wajah-wajah ramah itu. Semuanya menjadi sebuah pengalaman.

Pun pada destinasi wisatanya yang memukau. 

Salah satu tempat yang selalu ramai diceritakan adalah malioboro. Nama jalan yang menjadi ciri khas kota jogja.  Katanya malioboro menarik karena suasana malamnya yang romantis, angkringan pedagang kaki lima yang menyatu dengan lalu lalang walaupun sekarang sudah disterilkan, keindahan arsitekturnya dan yang  paling penting bagi pengunjung adalah wisata belanjanya. Malioboro menawarkan itu semua. 

Meski saat berkunjung saya tidak bisa merasakan sisi romantisnya karena malam itu sedang ramai-ramainya, malam minggu, sedang ada pertunjukan pula. 

Ada pengalaman menarik sebenarnya setelah menyusuri malioboro, malam itu saya singgah di salah satu outlet buku ada beberapa buku yang menjadi list ingin kubeli hanya saja belum kesampaian. Saya sudah memegang dua buah, tapi saat menanyakan harga saya menjadi urung membelinya. Harganya terlalu murah. Tiga buku seharga 100 ribu, yang seharusnya hanya untuk satu buku. Seorang teman yang juga awalnya ingin membeli juga tak jadi. Iya, itu buku bajakan, meskipun katanya kualitasnya tak jauh beda dengan buku aslinya itu tetap ilegal. Itu sama dengan tidak menghargai bahkan mengkhianati penulis bukunya. Seharusnya hal seperti ini tidak ada di kota Jogja. Kota yang bahkan boleh dibilang banyak penulis lahir di sana ...

Begitulah, bahkan jika seluruh kebaikan berkumpul disana selalu ada hal yang tak menyenangkan menyertainya. Karena ini juga tentang ujian, 'Siapakah diantara hamba-hambaNya yang bersabar'

Pun tentang perjalanan ini .... Semoga setiap bagiannya, yang rasanya tak perlu diuraikan detail menjadi sebuah pengalaman berharga.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pada Pagi yang Senyap__

Aku Suka Kopi

Mungkin Nanti__