Setia___


Menurut KBBI, setia adalah berpegang teguh (pada janji, pendirian, dsb), patuh, taat.
Kata yang sering muncul dalam kehidupan setelah berumah tangga, kalimat yang sering dipertanyakan oleh banyak pasangan. 

Dan hari-hari ini ditimeline berita-berita menjadi sering disebut.

Kurang apa seorang istri yang rela meninggalkan karir demi fokus mengurus dirimu dan anak-anakmu, duhai suami. Pasanganmu yang cantik rela hijrah hingga bercadar demi menjaga diri sebab kecantikannya hanya teruntuk dirimu.  Dan seorang yang begitu teduh pun tak luput dari gugatan cerai dari sang suami. Dan masih banyak lagi.... Membuat kita tak habis fikir rasanya. Apakah ini tentang kesetiaan?

Seketika membenak soal kata ini. 

Kenapa ada yang tak setia dan kenapa ada yang bisa setia seberapapun godaan yang datang. Dan begaimana seharusnya menjaga kesetiaan itu. 

Saya teringat dengan paragraf terakhir salah satu bab dalam buku Jalan Cinta Para Pejuang karya Ustadz Salim Fillah. Judul babnya di Tepi Kesetian. Bahwa kesetiaan bukanlah padamu, bukanlah pada manusia tapi kepada Allah Subhaanahu wa Ta'aalaa dan syariat-syariatNya. 

Paragraf ini bermula dari sebuah kisah saat Rasulullah SAW menemui para sahabat dalam keadaan rambutnya yang basah. Beliau baru saja berkeramas. Dalam sabdanya kita menjadi tahu apa yang terjadi.

"Ada seorang wanita lewat di hadapanku," kata beliau Shallallaahu 'Alaihi wa Sallam, "tiba-tiba muncul dalam hatiku keinginan syahwat wanita. Maka aku datangi sebagian dari istri-istriku. Dan aku tumpah lampiaskan hal itu kepadanya. yang demikian itulah hendaknya yang kalian lakukan. Karena diantara amal-amal yang tersempurna adalah mendatangi yang halal." (H.R.Imam Ahmad & Imam Ath Thabrani).

Lalu diikuti beberapa penjelasannya ....

Begitulah, suami yang setia bukan berarti dia tak pernah tertarik atau tergoda dengan yang lain. Tapi dia lelaki paling setia, Muhammad Sallalahu Alaihi Wasallam mengajarkan bagaimana mengelola ketertarikan dan menumpahkannya pada yang halal dan diridhoi Allah.

Dari sini kita belajar, bahwa setiap pasangan adalah manusia biasa dengan segala keinginan-keinginan yang kerap menguasai. Tapi pada akhirnya mereka yang mampu mengelola dengan baik setiap keinginan itulah yang akan kita sebut setia. 

Bahwa ada banyak juga pasangan yang setia hingga usia renta, ada banyak suami istri yang mampu mempertahankan biduk rumah tangganya meski badai kerap menerjang. 

Jadi berita-berita yang ramai itu tidaklah membuat kita ikut menyimpan kecemasan dan berhenti berharap ....

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pada Pagi yang Senyap__

Aku Suka Kopi

Mungkin Nanti__