Salah satu Alasan dari sekian Alasan__

Kenapa begitu percaya diri menulis padahal kau sama sekali bukan penulis. Mungkin ada yang menyelutuk demikian. 

Nah, itu dia karena saya bukan anak sastra atau pernah sekolah di jurusan Bahasa Indonesia yang identik dengan dunia tulis menulis maka saya menjadi tidak terbebani dengan semua aturan tata bahasa yang terus terang itu menjadi pelajaran paling susah rasanya saat sekolah dulu. Jangan tanya kalimat-kalimat ini subjek predikat objeknya itu teramat buta bagiku. 

Kabar baiknya karena ketidaktahuan itu saya jadi tidak terbebani dengan semua standar baik dan bagusnya sebuah tulisan. 

Bagi saya menulis itu sama dengan berbagi berbagai hal. Apakah itu tentang cerita hari ini, kekesalan beberapa saat lalu pun hal-hal menyenangkan yang ingin kulakukan. Dalam rangkaian kata dengan bahasa yang kuinginkan. 

Tidak harus bagus. Tentu saja karena saya bukan salah satu dari para penulis terkenal itu. Meski jauh di lubuk hati ingin seperti mereka. Tapi sadar itu selalu butuh proses. Proses yang panjang dan pasti tak mudah.

Jadi ini hanya tentang mengurai kisah, dan berharap bisa mengambil hikmahnya, melihat hal-hal yang terjadi dari sisi terbaiknya. Dan selalu berujung pada menasihati diri sendiri. 

Dan benarlah, menulis itu memiliki efek yang baik. Sejak rutin menulis catatan ini banyak hal boleh jadi teramat menyesakkan terasa lapang saja melihatnya.  Ada kesadaran yang lebih cepat datang untuk menenangkannya.

Bahkan ini juga tentang sekian ribu hajat kata yang katanya seorang perempuan dalam sehari bisa mencapai 20 ribu kata  kalau tidak tuntas akan memengaruhi mood hingga kualitas tidurnya. 

Percayalah menulis semenyangkan itu. 

Tidak perlu pusing dengan kekurangan yang dimiliki. Tidak tahu ini dan itu, hei, tidak ada orang yang terlahir sempurna atau langsung jago melakukan ini itu dalam sekejap. Malah jika terlalu memikirkan kekurangan diri justru membuat kita tak ingin melakukannya.

Jadi menulis saja. 

Begitulah, saya sedang menasehati diri kembali yang mulai jarang menulis lagi. Karena beberapa hal. Yang mengkhawatirkan malah kadang karena sebuah pujian. 

Iya, saya hanya manusia biasa begitu berbunga-bunga dengan pujian, bahkan jadi terbebani dengan harapan baik mereka. Yang kadang satu dua menyempatkan diri membaca tulisan yang sempat diapload di sosial media. 'wah, saya suka tulisanta' Atau beberapa menunggu tulisan berikutnya, belum lagi saat bertemu dan memuji saya ternyata pandai menulis. 

Semua itu ternyata memengaruhiku. 

Harapan untuk menjadi lebih baik itu tak salah. Hanya saja saya menjadi takut melakukan kesalahan, khawatir suatu saat mereka kecewa dan tak suka lagi tulisanku dan semua pikiran yang membenani itu. 

Akhirnya saya memilih untuk sejenak menepi dari riuh tepuk tangan itu. 

Memilih berada disini di ruang catatan yang sepi. Terkadang bahkan teramat sunyi, hanya ada diriku dan kata.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pada Pagi yang Senyap__

Aku Suka Kopi

Mungkin Nanti__