Penghujung Agustus__
Udara terasa lebih dingin, tapi siang hari matahari sangat menggigit, hampir semua mengeluh panas.
Kabarnya kita akan menyambut Elnino. Itu bukan nama anak artis yang secara kata memang berarti anak laki-laki kebalikan dari lanina atau anak perempuan. Tapi tentang fenomena musim dalam rilis BMKG. Suatu kondisi tentang arah angin sehingga suhu air laut menjadi hangat dan itu berpengaruh pada suhu atmosfer. Yang pasti suhu bumi lebih panas dari suhu normal biasanya. Diperkirakan hingga desember. Duh, membayangkannya saja rasanya akan teramat berat. Tidak ada hujan dan kemarau yang panjang.
Udara yang lebih kering membuat tingkat sebaran penyakit menjadi lebih kencang.
Saya sudah dua kali dalam sebulan ini terserang flu, dan sesekali batuk.
Dulu musim-musim seperti ini sudah biasa, namanya pancaroba, itu pergantian musim dari musim hujan ke musim kemarau. Ada banyak yang terkena penyakit musiman ini. Batuk, flu dan sakit akibat pergantian cuaca sudah biasa.
Tapi setidaknya dengan prediksi ini kita tentu bisa lebih bersiap dan menyiapkan cara untuk menghadapinya. Terutama bagi petani yang paling merasakan dampaknya. Tidak hanya tidak nyaman dengan cuaca yang panas sepanjang musim, tapi lebih fatal lagi karena ini tentang sumber kehidupan mereka.
Ah, ini bukan tentang pergantian musim, atau kemarau yang sudah mulai terasa efeknya. Karena jangan-jangan tulisan ini malah berubah menjadi rilis BMKG, Oh.
Baiklah....
Ini tentang demam yang datang lagi, padahal baru juga sepekan lebih merasa fit. Jadi awalnya pagi-pagi sudah bersin berkali-kali, seharusnya saya sudah menyadari virua sedang mengintai. Saya tidak meresponnya karena menganggap tidak mungkin akan kembali flu lagi, lah baru juga baikan. Saya merasa sedang sehat-sehatnya.
Setelah mengantar dua anakku ke sekolah, dan pulang ke rumah masak untuk makan siang lalu bersegera ke kantor siangnya menjemput lagi lalu kembali lagi ke kantor dan hanya makan seadanya. Maka malamnya badan mulai terasa dingin. Saya masih mengabaikan sinyal tubuhku.
Maka jadilah paginya, seluruh tubuh terasa hangat, kepala mulai berat plus hidung berair dan tenggorokan sakit. Fiks saya mulai flu berat lagi.
Seharusnya sedari awal saya bisa mengantisipasinya dengan banyak minum air hangat saat mulai bersin-bersin paginya. Dan memperhatikan makananku, bahkan sangat perlu segera mengonsumsi madu dan jeruk nipis seperti biasanya kalau saya sudah mulai merasa tak nyaman dengan badanku.
Ah, saya yang abai.
Beginilah, saya harus menikmati tiga hari bersama flu dan batuk.
Iya, kita yang hanya mengeluhkan kesehatan dan kondisi tidak nyaman karena cuaca. Sementara ada yang lebih genting dari itu semua.
Komentar
Posting Komentar