Karena Kita Tidak Akan Pernah Bisa Memastikan Sesuatu___
Begitulah...
Terkadang hari tak sesuai rencana.
Padahal sudah menyiapkan mental, bakal liat fadli padi live di depan mata dengan lagunya "tetaplah menjadi bintang dilangit.... Oalah, itu seperti bring back.
Lagu-lagu padi sering menemani saat di kost dulu. Vibes zaman kuliah kira-kira akan terpanggilkah? Konon sebuah lagu bisa membangkitkan ingatan yang sudah jauh tenggelam didasar benak kita. Tapi demikianlah, bahkan sesuatu yang sudah di depan wajah jika tidak ditakdirkan untuk kita lihat maka itu tidak akan pernah terjadi.
Hari ini mengajarkan banyak hal padaku. Teman yang peduli, dan, hei, acara-acara seperti ini selalu saja membuat mata kita terbuka lebar. Dan tentu saja pengalaman yang baru lagi. Tentang tim yang solid, dan orang-orang yang mementingkan egonya. Tentang planning yang bahkan sudah sangat sempurna di atas kertas tapi saat pelaksanaan selalu saja ada hal-hal yang diluar kendali. Begitulah, beberapa hal diambil sebagai pelajaran saja.
Mungkin ada yang merasa hal keren itu saat mencak-mencak, mengarahkan ini itu dengan tensi tinggi. Lupa bahwa orang yang berada didepannya bukanlah anak kecil yang sama sekali tak tahu apa-apa. Belum lagi menghadapi si paling tahu, si paling sibuk, dan semua si paling lainnya. Pun yang tidak bertanggungjawab yang hanya memikirkan kepentingan pribadi dan kelompoknya mengambil 'sesuatu' berlebih tidak mengingat ada orang lain yang belum kebagian.
Ah, sudahlah. Kita cerita kenapa tidak jadi nonton Fadli Padi saja, hehehe....
Pagi-pagi sudah rapi dan semuanya terasa baik-baik saja. Saya bersemangat dengan tugas yang diberikan.
Namun hingga sesaat sebelum acara dimulai, perasaan dingin menyerangku, awalnya kupikir temperatur AC yang terlalu dingin tapi itu juga tidak tepat mengarah ke tempat dudukku, teman yang di sebelahku merasa biasa-biasa saja. Bahkan saya sampai keluar disisi gedung di sana berjejer bagian out door AC dengan bunyi khas putaran kipas. Memasang badanku tepat di dekat mesin pengatur suhu itu yang dalam keadaan normal rasanya tidak tahan meski hanya lewat. Panas. Tapi itu tidak cukup membuat rasa dingin dalam tubuhku berkurang.
Saya masih berusaha menahannya. Tapi lama kelamaan badanku mulai bergetar, perasaan dingin yang aneh kian terasa pekat. Seperti akan mengambil kesadaranku.
Saya berfikir untuk segera pulang saja karena takut akan merusak suasana dengan pingsan ditengah acara. Tapi sepertinya terlambat, saya bahkan tidak bisa lagi berjalan sendiri, wajah pucatku mulai menjadi perhatian sekelilingku. Saya meminta segera dipapah keluar.
Saat keluar, kesadaranku rasanya tidak penuh lagi. Saya mengikut saja ketika diantar ke puskesmas terdekat.
Badanku masih terus saja menggigil. Kini tinggal Suamiku dan Bu Aji seorang teman semasa dikantor kecamatan. Dia yang segera memelukku saat teman yang lain memapahku keluar. Dan terus sibuk memanggil perawat saat kami tiba di puskesmas. Bergantian dengan suamiku terus memijat seluruh badanku, karena bahkan saat sudah diselimuti saya masih terus saja menggigil.
Hingga beberapa waktu, setelah minum teh kotak yang manis sekali yang dalam kondisi normal paling enggan meminumnya. Kuteguk perlahan, sedikit demi sedikit.
Kurang lebih dua jam keadaanku mulai membaik, badanku tidak lagi menggigil tapi malah berganti dengan suhu panas.
Saya lalu meminta pulang. Sepertinya yang dokter bilang tadi benar, gula darahku turun, sarapan seadanya tadi pagi membuat kondisiku seperti ini.
Komentar
Posting Komentar