Hari Ini Nanas?__
"Keadaan kita sekarang, Ma," ucapnya sambil mengirim gambar diatas, gambar yang seolah tempatnya sekarang berada diantara planet bumi dan matahari. Eh, dia merasa tidak di bumi lagi, saking panasnya.
Kabar baiknya dia bilang hal yang sebenarnya tidak menyenangkan ini masih sambil ketawa-ketawa, "ada lagi lebih parah Story Whatsappnya tante upi, dia bilang di Makassar satu orang satu matahari" ujarnya lagi.
Macam-macam jokes mereka menghadapi cuaca yang sudah diatas rata-rata suhunya.
"Satu hal jangan pernah mencela cuaca," ujarku diujung percakapan kami via Whatsapp, tentu saja setelah ikut tertawa menimpali semua candaan di meme itu.
Kita boleh mengeluh, bahkan menertawakan keadaan diri tapi tak patut kita berkata buruk apalagi mencela keadaan. Karena tentu saja matahari hanya melaksanakan perintahNya. Sang pemilikNya. Untuk menyinari bumi, jika suhunya menjadi lebih panas boleh jadi karena kesalahan manusia juga.
Kita lupa dengan global warming, pemanasan global sebagai efek dari aktivitas manusia yang tak peduli dengan lingkungan.
Apa yang terjadi dengan lingkungan kita sekarang, polusi udara dan berbagai aktivitas manusia yang memicu pemanasan ini. Kian parah.
Terlepas dari semua itu. Suhu saat ini memang sedang panas-panasnya.
Menurut BMKG, memang saat ini Matahari berada dititik paling dekat dengan Bumi. Keadaan ini berbanding terbalik saat berada di posisi terjauhnya. Bumi mengitari matahari memang dengan rotasi yang berbentuk elips, bisa dibayangkan kalau sudah di garis edar dengan posisi dekat dengan matahari. Maka tentu saja suhu bumi tidak akan tanggung-tanggung. Tapi keadaan ini juga akan terbayar saat bumi di titik terjauh.
Belum lagi elnino elnina yang memang sejak awal diprediksi bahwa kemarau kali memang lebih panjang dari biasanya.
Ah, ini hanya tentang posisi kan. Posisi matahari ataupun efek musim-musim yang akan silih berganti. Kita hanya perlu menerimanya. Menikmati setiap keadaan itu. Karena selalu ada hal baik dalam setiap pergantian itu, pada panas dan dinginnya, pada kering dan basahnya, pun pada semua hal yang memang sejak awal dipergilirkan.
Iya, mau bagaimana lagi. Terus mengeluh juga tidak akan mengubah keadaan. Hanya menghabiskan energi. Bukankah lebih baik melakukan hal yang lebih bermanfaat. Bahwa segala hal yang terjadi, suhu, cuaca dan semua ketidaknyaman ini bukanlah dalam kendali kita.
Yang bisa kita kontrol hanyalah respon kita pada setiap keadaan itu.
Komentar
Posting Komentar