Mosi Apa? ___


Saya sedang menulis mosi, ucapku saat dia melintas di depanku. Meski saya tidak terfikir bahwa yang kutulis adalah sebuah mosi. 

Saya hanya memberi tahunya kalau-kalau dia heran kenapa saya masih asyik dengan gadget di tangan. Karena tahulah,  memegang HP itu selalu identik dengan bermain. Apalagi ini sudah malam. Bermain game sama dengan menyia-nyiakan waktu belum lagi menjadi contoh yang tidak baik bagi anak-anak. Mereka yang sejak tadi telah diminta menutup gadget, meletakkannya jauh-jauh dari pandangan sejak jam larangan melihat HP telah berdentang. Jam-jam malam sebelum tidur. Dan kenapa justru saya masih memegangnya.  

Dia hanya menoleh tersenyum dan berlalu melanjutkan aktivitasnya.

Iya, saya sedang menulis. Seharusnya tidak ada pengecualian. Apapun alasannya. Pada dasarnya itu tetap sebuah hal yang seharusnya tidak dilakukan.  Karena larangan juga memuat alasan radiasi, cahaya, sinar biru dan semua efek buruk penggunaannya. Apalagi saat malam hari, menjelang tidur. 

Tapi begitulah. Ribut di kepalaku terkadang tak bisa menunggu. Takut kalau ditunda, besok semua yang ingin kutulis akan hilang, menguap seperti biasanya. 

Iya, saya sudah terbiasa menulis disini. Takutnya kalau di laptop, hal sama akan terjadi. Saat baru saja menyalakan laptop menunggu beberapa menit hal yang ingin kutulis juga sudah menghilang di kepalaku.

Semoga mereka paham. Saya akan berusaha mencari cara agar tidak ada yang dilanggar lagi. 

Saya belum sehebat penulis yang sebenarnya. Yang bisa dengan mudah menuangkan seluruh, dan apapun didalam benaknya tanpa tapi. Saya masih penuh dengan syarat ini itu, bahkan oleh mood sendiri.  

Begitulah. 

Kabar baiknya, ini adalah kebiasaan yang baik. Saya tidak selalu harus menscroll hal-hal yang tidak penting jika sedang memegang gadget. Bila ada hal yang kurang menyenangkan saya lebih memilih disini dulu, membiarkannya mengalir dalam bait kata-kata yang sunyi. Setidaknya saya menjaga untuk tidak gegabah merespon emosi negatif yang tentu saja kalau tak hati-hati kita akan menyesalinya nanti.  

Bahkan jika tulisan ini hanyalah sebuah curhatan. 

Jika tadi mengatakan tentang mosi, maka saya bahkan juga bertanya dalam hati, apakah yang kutulis sebuah mosi, hehe. 

Ah, mosi. 

Mosi itu topik yang diangkat dalam sebuah debat, atau seringkali kita mendengar istilah mosi tidak percaya, itu merujuk pada pendapat tidak mempercayai atas sebuah kebijakan misalnya dalam ranah pemerintahan. 

Spontan saja dengan kosa kata mosi ini. Mungkin karena hari-hari ini lagi-lagi kita dibuat melongo dengan sebuah keputusan yang bahkan mereka yang tak paham politik pun akan menyadari sebuah kepentingan dibalik keputusan itu.  

Kebijakan yang akan melancarkan jalan para pemilik kekuasaan itu melanggengkan jabatannya secara turun temurun. 

Entahlah. Jadi ingin buat mosi tidak percaya sama lembaga itu. 

#
#
#
#Pertengahan oktober yang kian panas.  Bukan hanya karena terik matahari yang seolah menggigit berkali-kali lipat. Ehm.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pada Pagi yang Senyap__

Aku Suka Kopi

Mungkin Nanti__