Silahkan Memilih___
Sudah sah, beberapa calon yang kemarin menyita perhatian, telah menemukan pasangannya masing-masing. Kamu kapan? Haha. Iya, Kamu.
Kita jelas penasaran, menduga-menduga. Mereka dengan siapa saja, jalan dengan yang mana, tangan siapa yang akan mereka gandeng. Bahkan ikut bersemangat memberikan argumen. Pasangan ini dengan ini saja, itu dengan itu lebih pas, dan seterusnya.
Tapi begitulah, beberapa hal memang tidak bisa diprediksi, beberapa yang bikin spechless.
Katanya urusan ini memang selalu abu-abu bahkan ada yang bilang semuanya adalah ketidakmungkinan. Dan yang lebih parah tidak ada teman dan musuh yang abadi dalam persoalan ini yang ada hanya tentang kepentingan. Tapi semoga seperti yang selalu mereka ucapkan 'ini demi Nusa dan Bangsa'
Jadi bukan demi keluarga, dan kelompok. Semoga saja.
Besok-besok pasangan-pasangan ini akan menampilkan wajah terbaiknya, narasi terindahnya, dan semua-semua hal terhebatnya. Meminta kita menjatuhkan pilihan.
Iya, pada akhirnya kita hanya bisa memilih. Memilih apa yang telah mereka pilih.
Pilihan kita pada dasarnya dibatasi. Hanya boleh memilih yang sudah disiapkan dan sssst, entahlah agar dipilih ada yang sampai menggunakan jalur orang dalam, 'paman tolong dong di loloskan' hhh kedengaran seperti itu, kan. Privilege itu nyata adanya.
Eh, lalu dimana demo terasinya. Padahal kita senang sekali dengan aroma terasi-terasi itu bikin semangat dan hei, jadi lapar.
Satu hal yang pasti, jika waktunya telah tiba pilihlah yang paling masuk akal saja. Setidaknya kita sudah belajar sepuluh tahun terakhir, kan. Bagaimana sebuah pencitraan dipoles, bahkan dengan menjual kesederhanaan.
Lagi-lagi, saat masanya tiba nanti. Satu hal yang harus dipahami kita sedang memilih seorang yang akan menentukan seperti apa wajah kita lima tahun ke depan.
Jadi siapa yang bilang kita tak punya kendali atas upaya perbaikan, upaya menuju negara yang lebih baik lagi. Memang sumbangsih boleh jadi tidak seberapa tapi dari pada tidak ada sama sekali.
Maka pilihlah yang paling baik, diantara semua pilihan itu.
Hei, kita sedang membicarakan para pasangan yang sudah sah kenapa jadi kemana-mana, sih.
Baiklah....
Tidak mudah membangun hubungan. Terkadang ditengah jalan ketemu ketidakcocokan lalu cekcok. Kan, ribet mau dibawah kemana visi misi dan tujuan mulia ini. Jadi pesan kami, baik-baik, ya. Semoga selalu saling menjaga dan menguatkan. Boleh jadi perjalanannya nanti ibarat sebuah pertarungan.
Bukan sebuah perjalanan yang dikiri kanan bisa menikmati pemandangan yang indah dan menyenangkan.
Akan ada banyak badai yang akan kalian hadapi nanti. Pada akhirnya kalianlah yang memilih jalan ini kami hanyanya penonton dari serial yang akan kalian lakoni.
Hanya doa yang bisa kami iringkan.
Komentar
Posting Komentar