Cuaca Hari Ini__


Seperti biasa. Langit teramat cerah. Masih pagi matahari sudah terasa menggigit. Jangan tanya bagaimana perasaan orang yang baru saja datang dari luar, berhadapan langsung dengan matahari dan panas jalanan beraspal, mereka bahkan mengira matahari benar-benar pindah di dekat planet bumi saking panasnya. 

Meskipun beberapa hari terakhir satu dua kali hujan sudah turun tapi  sepertinya ini belum masuk musim hujan. Mungkin itu hanyalah pengobat rindu setelah kurang lebih lima bulan tidak turun-turun. Seluruh makhluk memang telah merindukannya. Bahkan teramat rindu ribuan titik air itu memenuhi udara. Tak sabar menyesap aroma petrikor saat hujan pertamakali turun setelah sekian lama panas. 

Mendung pertanda akan hujan satu dua kali menyapa. Meski lagi-lagi ungkapan bahwa mendung yang tak berarti hujan benar-benar bertemu konteksnya. Iya, hanya mendung hujannya entah kemana. Tapi setidaknya matahari sedikit redup dan cuaca panas sedikit tertawar. 

Entahlah, hujan yang datang satu dua kali itu hanya seolah menyapa, singgah sejenak lalu pergi lagi. Bahkan rindu rasanya belum benar-benar tuntas. 

Iya, cuaca hari ini 'panas' Apalagi ditambah pemadaman bergilir, listrik mati, otomatis penyejuk ruangan juga tak berfungsi. Panas kian berkali-kali lipat.  

Begitulah. Cuaca hari-hati ini kadang membuatlu ingin menulis banyak keluhan. 

Tapi  rasanya tak pantas kita mengeluh. Mengingat hari ini di belahan bumi yang lain, ada banyak darah yang tumpah. Suasana mencekam bahkan telah sebulan lebih, tak terhitung kepiluan mereka. Rasanya kondisi cuaca yang tak nyaman yang kita rasakan saat ini teramat kecil bahkan sangat tak bisa dibandingkan dengan derita mereka. Saudara kita. 

Semoga ketidaknyamanan ini menjadikan kita lebih banyak bersyukur lagi. 

Cuaca panas dan seluruh kegerahan hari ini boleh jadi akan dinanti saat musim berbeda telah datang. Bukankah selalu begitu saat hujan kita rindu matahari yang cerah. Bahkan lagu hujan datanglah lain hari .... tercipta karena hujan telah datang berhari-hari hingga  menghambat beberapa aktivitas. 

Begitulah. 

Bahkan kalau mau ditambahkan lagi semua hal yang dirindukan justru pada moment yang lain malah dikeluhkan. 

Pun yang menulis 'apa maumu ketika ke gunung malah memikirkan pantai. Saat terik kau merindukan hujan dan seterusnya dan seterusnya' serta seluruh pertanyaan yang mirip keluh kesah itu ingin kutulis juga. 

Karena.... 

Ini selalu tentang silih berganti. Seperti bergilirnya siang dan malam, pun saat kemarau yang melanda lalu musim hujan yang berarti tak lama lagi. Maka, aduhai, hati bersabarlah.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pada Pagi yang Senyap__

Aku Suka Kopi

Mungkin Nanti__