Sakit Perut__
Kamu pernah mengalaminya? Ah, rasanya tidak ada orang yang luput dari sakit yang satu ini. Berat atau ringan. Walaupun sakit perut pada kondisi tertentu bukanlah hal yang serius....
Terkadang hanya karena abai pada apa yang masuk ke dalam perut. Perut kita lalu protes. Jadi pada dasarnya bukanlah sakit yang sesungguhnya, karena itu hanyalah respon tubuh terhadap makanan yang tidak sesuai untuknya.
Beberapa kondisi kita menyebutnya diare.
Beberapa menyarankan membiarkannya saja tidak perlu minum obat. Bagi anak-anak mungkin sedikit serius. Berbeda dengan kita orang dewasa asal tetap bisa minum dan makan untuk mengganti cairan yang dengan cepat hilang. Semuanya tetap aman. Toh, itu bagus dengan bolak-balik ke belakang artinya tubuh masih memiliki respon bagus terhadap hal mengancam dengan mengeluarkannya segera sampai benar-benar bersih tak bersisa di dalam usus.
Hanya saja tetap horor jika rasa yang melilit datang pada situasi yang tidak tepat. Meskipun tidak ada sakit yang bisa memilih kapan dia harus muncul.
Ketika rasa sakit yang menyergap itu lalu mengharuskan kita bolak balik ke belakang. Satu dua kali masih belum lega. Benar-benar bolak-balik. Bisa dibayangkan kalau itu terjadi saat dalam perjalanan sedang ada tugas penting atau situasi-situasi lain yang kita tidak sedang siap dengan semua kondisi itu.
Aduh. Andai bisa menahannya dulu.
Detik ini, beberapa menit yang lalu saya berada pada kondisi ini. Berasa tiba-tiba saja mules. Dan saya hanya bisa menyalahkan sambal yang terlalu pedas dan rasanya terlalu enak untuk dilewatkan. Waktu itu hanya berfikir itu persoalan nanti, bahkan kadang lebih sadis 'didalampi baku atur' artinya makanan itu akan melakukan sendiri prosesnya. Kita lalu seenaknya makan apa saja tidak memikirkan semua risiko itu. Mules hingga-hingga efek dari tidak memperhatikan makanan. Seolah itu menjadi bukan urusan kita. Tapi jika begini? Apakah masih akan bilang segalanya akan diatur di dalam? Dduhh,
Begitulah....
Mungkin kita selalu bisa menawarnya. Dengan minum teh, karena zat tanin yang dikandungnya secara alami membantu meringankannya. Atau lebih praktis langsung minum obat saja. Tapi apakah itu berarti akan selalu baik-baik saja.
Kita lupa bahkan mesin saja akan rusak jika terus menerus menanggung beban yang tak bisa di tanggungnya apalagi organ lunak di dalam tubuh kita yang telah bekerja siang dan malam agar seluruh proses di dalam tubuh berjalan dengan semestinya.
Kita terlalu egois demi nikmat yang hanya sejarak lima sentimeter tapi mengabaikan 500 cm usus kita untuk memproses apa yang telah kita konsumsi.
Komentar
Posting Komentar