Senja Bersamanya___



Sore yang sama saat beberapa hari yang lalu saya menulis tentang langit sore itu, atau ketika sore hari dengan secangkir kopi lalu  terbersit keinginan membuat 'story' di aplikasi hijau itu dan kalimat awalnya lagi-lagi senja kali ini.  

Ah, sore. Kadang memang seindah itu. Hatiku berbunga-bunga dengan semerbak aromanya merebak memenuhi bahkan ruang-ruang mayaku. 

Tentang sore yang selalu senja, saya teringat dengan kata-kata seorang Ustadz yang dia bagikan di feed Instagram miliknya, senja itu menyenangkan karena semua keletihan telah terlewati. Maksud beliau saat itu adalah tentang masa tua. Matahari kembali ke peraduannya,  sinarnya mulai meredup setelah seharian penuh menyinari bumi. Cahayanya yang lembut  itulah yang menjadi pesonanya. 

Tentu saja semua menginginkan masa tua itu, semenyenangkan analog senja di sore hari. Singkat namun begitu riuh kita mengabarkan keindahannya. Dalam cerita-cerita, dalam bait-bait puisi bahkan tersemat pada tiap catatan-catatan kita. 

Sore hari, ketika semua keletihan telah terlewati, ketika waktu pulang tak lama lagi, dan semua keadaan saat kita telah duduk menikmati penghujung hari. Lalu puncaknya saat menunggu matahari terbenam. Sunset.  Itu selalu luar biasa. 

Begitulah.... 

Kali ini hujan sedang turun ketika huruf-huruf ini merangkai kalimatnya. Beberapa sore yang lalu senja lebih berwarna dengan semburat jingganya. Tapi seperti apapun alam mengirinya, sore tetaplah senja yang menyenangkan. 

Seperti biasa kami duduk-duduk menikmati kopi, dengan camilan ala kadarnya. Ala kadarnya karena apa yang ada, saya tidak pernah secara khusus menyiapkannya. Terkadang sisa pisang goreng tadi pagi, sudah dingin tapi rasanya tetap nikmat. Karena selalu bukanlah tentang apa tapi tentang siapa. Iya, kita dengan siapa pada semua keadaan itu.

Terkadang saya sengaja menahan tidak minum kopi di luar, di tempat kerja, karena saat sore hari ketika pulang nanti saya memiliki moment istimewa ini selalu. Kopi senja. Ini terkadang tentang minum kopi saat senja bersamanya. 

Dia yang akan menemani setiap senjaku. 

Dia yang bersamaku saat senja nanti telah menghampiri. Ketika semua keletihan telah terlewati menuju istirahat yang panjang, dan semoga demikian adanya. Meski tidak lama,  tapi keindahannya tak lekang oleh waktu. Menjadi cerita penuh makna.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pada Pagi yang Senyap__

Aku Suka Kopi

Mungkin Nanti__