Sepotong Cerita Penghujung Desember Kemarin___
Bersyukurlah, kalau akhir tahun masih sibuk membuat list mau kemana saja. Karena begitulah libur. Kesempatan untuk bepergian, mengunjungi tempat-tempat yang selama ini hanya ada dalam catatan rencana-rencana.
Kabar baiknya akhir tahun ini tersaji banyak libur. Tanggal merah dan cuti bersama berdempet dengan libur rutin akhir pekan. Jadi bisa lebih panjang. Ini seperti bonus, karena terkadang tanggal-tanggal merah itu persis berada di akhir pekan tadi jadinya sama saja. Tidak ada bedanya. Toh, memang sedang libur.
Berbahagialah.
Karena di dunia kerja, ternyata ada banyak yang masih berkutat dengan laporan bahkan masih stres dengan tetek bengek pencairan yang kian horor satu dua hari terakhir transaksi keuangan. Dan hanya orang anggaran dan keuangan yang memahaminya.
Tidak ada libur bagi mereka.
Kabar baiknya, mereka sama menikmati keadaan itu. Moment itu dijadikan candaan. Bahkan riuh menertawakan diri sendiri. Selalu terselip cerita-cerita seru yang nantinya saat diceritakan kembali masih pecah tawa-tawa mereka.
Saya baru beberapa menit disini. Ketika semua kehebohan ini berlangsung. Orang-orang ini bahkan tanggal merah kemarin masih lembur. Semua hal tetiba mendesak. Limit terakhir. Jam sekian harus selesai.
Lagi-lagi ini hanya tentang persepsi. Melihat dari sudut menyenangkannya. Mau apalagi, toh mengeluh tidak akan mengubah situasi. 'Dinikmati saja' pikir mereka. Mungkin orang lain yang melihatnya memprihatinkan tapi bagi mereka yang mengalaminya ini tidak lain hanyalah sebuah episode naik Roller Coaster. Ada saat menegangkan lalu menertawai ketegangan sesaat itu.
Begitulah....
Beberapa hari lalu saat menonton sebuah film, salah satu tokoh dalam cerita itu iseng mengerjai adiknya, mereka berasal dari negeri bawah laut. Mereka sedang dalam sebuah misi ke daratan. Dalam perjalanannya ada seekor kecoa, "ini adalah binatang paling lezat di sini, seperti udang dalam dunia kita," sang adik hanya mengerutkan dahi. Sedikit penasaran dan menggigit sedikit demi sedikit binatang itu. Tidak ada ekspresi apa-apa. Perjalanan mereka lanjutkan.
Cerita berjalan hingga selesai. Alhasil di akhir cerita sebagai scene bonus. Si adik yang sedang dalam pengasingan harus tinggal di daratan. Dia sedang menikmati humberger keju di sebuah kafe lalu seekor kecoa melintas. Dengan sigap dia menangkap kecoanya dan memasukkannya dalam berger miliknya untuk kemudian dia gigit dan seperti sebelumnya dia memakannya tanpa protes. Malah terlihat menikmatinya.
Hahaha, rasanya jijik membayangkan krenyes-krenyes serangga menjijikkan itu.
Tapi itu lagi-lagi tentang persepsi.
Entahlah, apakah cerita ini nyambung atau seperti biasa lompat-lompat lalu akhirnya malah keluar dari topik awal. Tapi begitulah cerita terkadang memang demikian saat ada hal lain yang terlintas kita lalu membahas itu. Lupa kalau tadi sedang membicarakan topik lain.
Saya sedang di sekretariat, saat catatan ini ditulis. Sesekali ikut tertawa, dan sesekali memberikan semangat. Saya baru pulang liburan kemarin. Secara saya dapat izin untuk menikmati libur. Beberapa memang harus menerima tidak boleh kemana-mana karena urusan ini.
#sekretariat 27 des 2023
Komentar
Posting Komentar