Cerita Akhir Pekan___
Akhir pekan is journey. Adalah jadwal yang sangat padat, beberapa agenda yang juga sama pentingnya kadang luput. Saking sibuknya.
Baiklah kita urai disini sebarapa banyak list yang harus diselesaikan.
Pagi. Tetap bangun seperti biasa. Karena urusan perut orang serumah tidak mengenal libur. Bahkan pagi akhir pekan terkadang lebih menguras pikiran lagi. Semua bahan di kulkas sudah menipis, beberapa sudah habis. Otak harus berfikir cepat sebelum akhirnya memutuskan memanggil penjual putu cangkir yang lewat di depan rumah. Itu bukan sebuah keputusan mudah. Decision of making yang konon tidak hanya diperlukan logika tapi perasaan tidak kalah pentingnya.
Bagian pertama selesai.
Akhir pekan selalu menjadi waktu untuk berbelanja.
Ke pasar itu bukan sekadar bawa uang belanja lalu membeli semua kebutuhan. Tidak sesederhana itu Ferguso.
Ikan segar sesuai keinginan tidak selalu tersedia manis di baskom-baskom para pedagang jangan membayangkan etalase supermarket-supermarket modern itu kita tinggal pilih-pilih lalu masukkan ke keranjang belanjaan. Bukan. Ini pasar. Memilih lauk yang diputuskan akan dimasak, dibakar atau di goreng, yang akan menjadi stok dua tiga hari ke depan itu tidak mudah. Mengingat tidak semua jenis ikan bisa bertahan satu atau dua hari dalam frezer. Beberapa, rasanya tidak akan sama lagi. Lalu setelah semua itu, kembali berfikir yang mana yang lebih bagus di masak dulu dan lain sebagainya.
Itu adalah salah satu bagian juga.
Sayur mayur yang beraneka ragam butuh ekstra pertimbangan untuk memutuskan pekan ini akan masak sayur apa saja. Belum lagi campuran ini itunya harus tahu cocok tidaknya. Saat makan bayam tidak boleh dicampur tempe. Sayur jenis daun hanya bertahan beberapa jam sudah harus dimakan.
Harus mempertimbangkan jadwal memasak bagi ibu-ibu bekerja itu terkadang pagi sekali untuk di makan siangnya atau bahkan hingga sore. Hanya bisa berapa hari di kulkas dan lain sebagainya. Jadi tidak asal membeli tidak hanya sekedar dimasak, Esmeralda.
Itu baru urusan lauk pauk.
Belum lagi tentang bumbu. Akan panjang kalau kita bahas juga. Kabar baiknya itu tidak selalu tiap pekan, stok bumbu-bumbu biasanya menyesuaikan. Nanti mau mengirimi anak kostku tuna suir atau tempe orek kering kesukaannya atau tiba-tiba ada yang kasi bawang-bawangan banyak, jadinya sayang nanti rusak kalau tidak segera diolah jadi bumbu siap pakai.
Begitulah urusan dapur tidak sesederhana mengatakannya.
Dan yang juga tidak kalah penting saat akhir pekan, meski kadang malah terlewat adalah, refresing. Jeda sejenak dari seluruh rutinitas. Merefresh otak dan tubuh biar segar kembali saat hari-hari bekerja dimulai lagi. Tidak harus jauh dan tidak mesti mahal.
Kabar baiknya, meskipun kadang terlewat tidak sempat keluar ke tempat-tempat wisata favorit. Berada di rumah sudah jauh lebih menyenangkan. Menikmati novel-novel yang kalau hari-hari biasa tidak punya waktu. Dan, hei, terkadang itu lebih seru, itu seolah bepergian juga.... Mengunjungi dunia imajinasi.
Walaupun setelah selesai, ternyata lipatan pakaian di ruang tengah sudah menggunung, sebagiannya harus disetrita dan yang lainnya menunggu dilipat rapi lalu dimasukkan dalam lemari.
Dan, pakaian-pakain ini tidak serta merta bersih, siap dipakai. Perjalanannya pun teramat panjang. Sepanjang cerita akhir pekan kali ini.
#TetaplahWaras
Komentar
Posting Komentar