Diiringi Hujan yang Rintik__



"Diiringi hujan yang rintik-rintik." Kalimat itu disampaikan Pak Asisten saat mengawali kata pengantarnya pada acara Pembukaan kegiatan hari ini di ruang pola kantor Bupati. Di luar sana hujan sedang turun. Gerimis sesekali menjedanya. Salah satu sebab acara ini molor hingga sejam lebih, peserta yang datang hanya beberapa, sekitar 50 persen dari undangan yang diharapkan hadir. 

Pagi tadi saya harus menerobos gerimis, bagaimanapun menjadi bagian dari penyelenggara acara, maka hujan tidak boleh menjadi penghalang. Beruntung jarak dari rumah ke kantor tidak terlalu jauh. Saya bisa memacu motor dengan merapatkan jaketku. Gerimis hanya membuat sedikit basah ujung rokku. 

Langit masih sangat gelap saat itu padahal sudah pukul delapan lewat.  

Dan acara yang sudah diatur jauh hari sebelumnya tetap harus dilaksanakan seperti apapun cuaca hari ini. Ruangan ini tidak berpengaruh bahkan suara hujan di luar sana nyaris tak terdengar. Kecuali hanya pendukung acara menjadi terhambat karena hujan kali ini. 

Merencanakan sebuah acara tidak dalam sehari. Kita tidak pernah tahu seperti apa saat hari Hari H. 

Terkadang beberapa kendala teknis membuat acara sedikit molor tapi menundanya saat hari H tiba, itu jarang sekali terjadi karena beberapa persiapan lain sudah di lakukan. Catering misalnya. Tidak mungkin membatalkannya. Beberapa peserta yang sudah datang tidak mungkin di suruh pulang lagi. 

Maka seperti apapun dramanya. Acara tetap berlangsung. 

Unsur yang paling penting sekalipun seperti pejabat yang membuka acara atau narasumber yang ditunjuk saat hari H tiba-tiba berhalangan tetap saja acara itu dilanjutkan karena selalu ada alternatif. 

Panitia selalu punya cara untuk mengatasinya. 

Kecuali hujan. Kita tak bisa menghentikannya. Tapi itu tidak selalu menjadi halangan utama, apalagi jika acaranya dalam ruangan. Yang mengeluhkan biasanya hanyalah peserta yang harus terhambat datang. Tapi ada satu point yang tidak akan membuat peserta tidak terlambat datang mau seperti apapun cuaca atau halangan kesibukan lainnya. Tepat saat undangan di sebar dan kabar acara itu akan dihadiri langsung oleh Pejabat Nomer Satu di Daerah itu maka drama peserta masih satu dua dan lain sebagainya tidak akan pernah ada. 

Begitulah.... 

Tapi kali ini hanya orang nomor sekian yang menghadiri acara, peserta pun merasa tidak terbebani untuk datang terlambat. Entahlah. 

Bagaimanapun beberapa menit yang lalu kegiatan ini sudah dimulai. Berlangsung dengan tertib. Menyimak ceremoni pembukaan, suara MC yang mengatur acara, dan arahan panjang pada sesi sambutan-sambutan. 

Hal baiknya hari ini menjadi syahdu. Ada melodi alam yang mengiringinya. Itu selalu menyenangkan bahkan sejenak larut, tanpa terasa acara inti akan segera di mulai yaitu penyampaian materi. 

Demikianlah. 

Semoga kita belajar, memenuhi undangan dengan tepat waktu bukanlah karena siapa atau seperti apa sebuah acara itu, namun itu adalah bagian dari adab, nilai yang menunjukkan intergritas seseorang.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pada Pagi yang Senyap__

Aku Suka Kopi

Mungkin Nanti__