Kesetiaan Mr. X
Ini cerita detektif. Karya Keigo Higashino. Penyelidikan sebuah pembunuhan. Tentang tersangka dengan berbagai alibinya dan detektif yang sibuk mengaitkan berbagai fakta agar bisa menjadi jalan menuju ke arah pelaku pembunuhan.
Novel misteri kriminal pertama selain serial Sherlock Holmes yang sebenarnya untuk anakku tapi saat senggang ikut kubaca. Maklum di usia sekarang sudah malas membaca hal-hal yang terlalu pelik. Tapi entahlah saya ingin merasakan sensasi keseruan menganalisis suatu kasus kriminal lalu ikut membuat kesimpulan sendiri seperti dulu saat nonton serial detektif Conan diakhir pekan atau pada hari libur sekolah. Itu selalu menyenangkan.
Tidak seperti cerita-cerita detektif biasanya, menduga-duga kira-kira siapa pelakunya, apa motif kejahatan itu. Dan terkadang kaget saat akhir cerita yang menjadi dalang semua kasus itu adalah dia yang bahkan tidak pernah terfikirkan. Tapi novel ini, di awal cerita sudah jelas, bahkan di blurb buku sudah disampaikan.
Lalu misteri apa yang ingin diceritakan?
Saya terus membacanya, dan mulai memahami. Bahwa cerita dalam novel ini membawa kita bagaimana pola pikir detektif bagaimana ia akan menemukan pelakunya sementara kita sudah mengetahuinya.
Bahkan memaklumi seseorang memang kadang pantas mati saja.
Karena bagaimana jika tersangka itu bukan pelaku sebenarnya? Bagaimana kalau tersangka hanya ingin melindungi korban. Seperti apa ia harus membuat kamuflase atas kejadian yang sebenarnya. Dan ketika pembunuhan itu terpaksa dilakukan demi mempertahankan diri. Tapi setiap perbuatan melanggar hukum haruslah diproses tuntas.
Awal-awal sedikit membosankan, dan cenderung monoton. Perkembangan kasus yang teramat lambat. Sekaligus obrolan-obrolan yang tidak menarik. Iya, apa yang seru saat kita sebenarnya sudah tahu pembunuh yang dicari itu.
Belum lagi nama-nama tokoh yang sulit kuingat, terkadang harus terhenti dibeberapa halaman berusaha mencocokkan Ishigami yang dimaksud atau Kusanagi eh, rasanya terdengar sama.
Tapi seiring berjalannya cerita, kisah ini menjadi seru. Setiap obrolan yang sebelumnya terkesan biasa saja, menjadi point yang saling berkelindang. Bagaimana menebak tindakan seseorang hanya dari sepotong kalimatnya dengan mengingat cara berfikirnya dan semua hal yang kemudian cerita ini menjadi kian menarik. Penuh dengan analisis, tentu saja karena ini cerita detektif, hehe.
Begitulah. Karena telah membacanya, satu dua hal rasanya ingin kuurai dalam lembar-lembar catatan ini.
Seorang genius matematika dan ahli fisika harus kembali bertemu, selain mengenang masa-masa kuliah dulu juga membahas kasus pembunuhan yang terkait erat dengan salah satu dari mereka. Yang pasti obrolan mereka se ilmiah itu, se logis itu, dan kemudian teka-teki terpecahkan? Mungkin.
Pada akhirnya setiap cerita itu menarik. Teman saat senggang dan yang pasti membuat otakku sedikit jungkir balik, dengan berbagai penjelasan-penjelasan ilmiah dari kedua genius dalam cerita ini.
Plot twistnya benar-benar tidak terduga. Saya bahkan tidak pernah menebaknya hingga Yukawa sang fisikawan menjelaskan analisisnya dengan detail pada detektif Kusanagi.
Ishigami memang secerdas itu hingga hanya bisa diketahui oleh rifalnya saat kuliah dulu.
Komentar
Posting Komentar