Yang Teramat Baik__



Ada rasa sesak saat catatan ini dimulai, bahkan saya harus menjeda beberapa waktu untuk kemudian melanjutkannya. 

Mungkin karena lagi-lagi ini tentang kepergian yang tentu saja menyisakan kesedihan mendalam. Pun rasa  kehilangan yang sama dalamnya. 

Begitulah kesedihan, terkadang teramat berat mengabarkannya. Mengurainya dalam rangkaian kalimat-kalimat pun tetap tak mewakili seluruh sesak itu. Tapi biarlah, terkadang hanya semata keterbatasan dirilah yang tidak pandai menuturkannya hingga tak utuh gambaran itu bercerita. 

Kali ini.... 

Tentang kepergian. Lagi-lagi rasanya teramat mendadak. Tidak mengira akan secepat itu, menyangka itu hanyalah mimpi yang sekelebat lalu, tapi nyatanya saat sadar hal itu benar-benar telah terjadi. 

Itu kenyataan....

Seketika semua ingatan menyerbu segala penjuru benak. Ternyata seperti itulah sebuah kenangan tersimpan rapi-rapi, untuk hadir menelisik ketika si pembuat kenangan telah benar-benar pergi. 

Apa yang lebih sesak dari mengenang itu semua, lalu menyadari semuanya tidak akan pernah lagi diulang. Tidak ada lagi hal-hal yang menjadi biasanya seperti ini dan itu.

Pada akhirnya kalimat perpisahan itu harus terucap, seberapapun rasanya belum percaya kenapa secepat itu, dan kenapa rasanya sangat sepele hal yang menjadi sebabnya. Dan semua alasan yang masih enggan menerima bahwa kepergian itu niscaya. 

Selamat jalan..... 

Telah tunai tugasmu, pergilah dengan tenang  hal baik yang kau tinggalkan semoga selalu menjadi pengajaran untuk kami yang sejatinya juga menunggu giliran menyusulmu. Setidaknya satu dua jejakmu bisa kami tapaki.

Andai mengingat semua hal baik tentangmu, mungkin kosakata yang tersimpan dikepalaku tidak akan pernah cukup. 

Maka cukuplah tulisan singkat ini menjadi kesaksianku, bahwa engkau 'orang yang baik'

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pada Pagi yang Senyap__

Aku Suka Kopi

Mungkin Nanti__