Menyapa Mei___

Ternyata sudah Mei. Benar-benar tanpa terasa. Bahkan rasanya lupa kapan terakhir menulis di sini. 

Kupikir setelah Ramadhan selesai tulisanku akan membanjiri catatan ini. Minimal keluh-kesah dan kekesalan-kekesalan lainnya. Biasanya begitu, kan. Ada banyak waktu. Moment setelah lebaran ada bertumpuk. Banyak kegembiraan yang seru untuk diceritakan lagi. Pun, kecewa sedikit, tulis, marah sedikit, catat, masih kan? 

Seperti merefresh energi baru, setelah mengurai kusut masai riuh di kepala. Itu perasaan ajaib yang sering kuceritakan.... 

Maka bisa dibayangkan bagaimana ributnya kepalaku saat ini. Hampir sebulan setelah semua moment ramai itu berlalu. Pun ketika hari pertama saat kembali ke rutinitas setelah libur yang lumayan lama. Seharusnya cerita-cerita itu akan panjang dalam catatan ini. 

Entahlah.... Saya berada dimana sebulan ini. 

Hanya ada beberapa potongan tulisan yang tidak selesai. Itu 23 April dengan jumlah karakter 999 kata. 

Ditulis begini....

Besok tanggal cantik, 24 bulan 4 Tahun 2024.  Dan itu bertepatan dengan usiaku merangkai angka yang kurang lebih sama 42 Tahun. Atau entahlah 43 Tahun, ah, itu hampir 44 Tahun juga. Terlihat sama. 

Nomornya seperti hanya dibolak balik saja. Iya, usia memang terlihat seperti itu. Angka yang di tukar-tukar dan dibolak balik. Bergantian, yang depan jadi belakang yang belakang lagi yang maju. Sekali waktu ketemunya angka berpasangan, ganda, lalu kembali bergantian. Begitu terus sampai pada suatu angka yang kita tidak pernah tahu itu berada dibilangan mana, angka itu akhirnya terhenti. Stuck tak lagi berganti. 

Lalu kita menyebutnya, menutup usia. 

Walaupun tidak sesederhana itu. 

Tapi satu hal yang harus selalu kita ingat usia memang hanyalah bilangan yang membuatnya bermakna adalah pada kebermanfaatan yang diberikan pada setiap usia itu. 

Maka mau seperti apapun bilangannya apakah diangka tinggi atau rendah, atau pada tanggal cantik dan lain sebagainya yang terpenting adalah sebanyak apa makna kehidupan yang telah kita pelajari, menjadi manfaat untuk diri sendiri dan sekeliling. 

Catatan ini seharusnya menjadi nasehat pada diri yang telah begitu banyak merangkai angka-angka itu. Sudah berapa kali pergantian itu berlalu lalu berganti lagi....

Dan.... Apakah benar-benar telah belajar atau membiarkan semuanya berlalu sia-sia. 

Duh, Rabbi, Tolonglah kami untuk menjadi hambaMu yang Engkau Ridhoi.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pada Pagi yang Senyap__

Aku Suka Kopi

Mungkin Nanti__