Pemandangan di Luar Sana___



Disela gerimis, dan diantara gerungan truk yang bolak-balik menurunkan material bangunan juga teriakan riuh buruh ketika sekali waktu mobil besar itu salah posisi hampir menabrak tiang atau ban-bannya terperosok masuk ke kubangan yang agak dalam. 

Dan sayup suara seorang memberi materi secara virtual dari laptop seberang meja yang lain. Iya, ada pertemuan via zoom yang sedang diikuti kawan samping mejaku. 

Ruangan ini sempurna memotret semua proses itu. 

Para pekerja bangunan yang sibuk di luar sana dan kami dalam ruangan juga dengan kesibukannya yang sesekali memerhatikan aktivitas mereka. 

Kaca yang lebar tepat di samping meja kerjaku membuat pandanganku bahkan perhatianku sesekali mengarah kesana. Apalagi jika teriakan riuh kembali terdengar.  

"Tidak lama lagi gedungnya selesai," ucapku setiap kali pandanganku tertuju ke sana. 

"Tidak dirasa," timpal teman yang lain yang kebetulan kali ini mendengar gumanku. Besok salah seorang dari kami mengucap hal sama dan dijawab dengan kalimat yang sama pula. 

Proses bangunan-bangunan proyek seperti itu selalu cepat, karena mereka punya tenggak waktu jadi harus diburu. Tidak peduli cuaca sedang bersahabat atau buruk seperti hari ini,  hujan lebat tak menghalangi para pekerja menyelesaikan tugasnya. 

Hari demi hari, benar-benar tanpa terasa. 

Ini seperti selingan di kala kerja. Ibarat menonton iklan bangun gedung. Iya, itu mungkin menjadi tontonan yang menyenangkan mengingat beberapa orang terlihat sengaja berkerumun menyaksikannya.

Pembangunan asrama haji itu sudah berlangsung sebulan lalu. Mulai dari sibuk-sibuk pengukuran sampai hari ini sudah terlihat pondasi dan tiang-tiang yang kokoh ada satu dua sudah berdiri. 

Entahlah apakah mereka yang di luar sana, juga sesekali memerhatikan kami. Kira-kira apa yang mereka pikirkan. Semoga mereka tidak melihat ruangan ini seperti akuarium raksasa, mengumpamakan orang-orang di dalamnya segerombolan ikan-ikan yang berseliweran, sekali waktu salah satu ikannya mendekat pada kaca melihat keluar seolah ingin keluar menikmati kebebasan di luar gedung.

Haha, tentu saja itu hanya pikiran isengku. Tapi itu cukup membuatku tergelak, dan berguman boleh jadi. Karena bukankah dari luar kantorku ini memang terlihat demikian, dinding samping yang didominasi kaca membuat sempurna perumpamaan itu. 

Yang pasti kami sama-sama pekerja. Sesekali saling melihat. Sekali waktu mungkin akan saling membandingkan. Mengira yang di dalam sana lebih nyaman, pun yang di luar sana terlihat berat. Padahal yang sebenarnya sama saja tergantung persepsi masing-masing. Karena tidak selalu itu seperti yang nampak. Hhhhhmm.. ..

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pada Pagi yang Senyap__

Aku Suka Kopi

Mungkin Nanti__