All Eyes on Papua___


Ini tentang rasa khawatir yang sama.

Sekalipun mungkin selama ini yang kita ketahui Papua itu sepotong Nusantara yang terletak paling ujung dengan penduduknya yang sangat eksotis, dan sebagian besar masih terbelakang. Tambahkan dengan KKB atau kelompok kriminalnya yang brutal, tidak terhitung aksi penculikan, penembakan hingga pembantaian yang kerap diberitakan Media. Juga alamnya yang memesona, dan seketika bentang alam di Raja Ampat memenuhi fikiran kita. 

Dan yang paling mengagumkan, di sana ada bukit emasnya, yang telah berpuluh tahun dikeduk tak habis-habis. 

Tapi diberita-berita juga kerap kita saksikan betapa masih ada kehidupan penduduknya yang masih terbatas. Ya, pendidikan pun akses kesehatannya. 

Apa yang kurang disana. Kekayaan alam yang melimpah, kalaupun SDM yang belum mumpuni bukankah itu perlu interfensi dari segenap penentu kebijakan. Proses-proses pendidikan apa yang sesuai untuk mereka agar sumber daya manusianya juga bisa berdaya. Mengingat merekalah pemilik seluruh kekayaan alam tak terkira itu. 

Jadi rasanya tidak salah, jika hari ini kita diingatkan  dengan tag line ramai di sosial media 'all eyes on Papua' lalu sebagian kita yang bahkan tidak terlalu paham permasalahan detik itu, lalu ikut merepost, turut memberikan suara pada hal tersebut. Rasanya itu bukan Fomo dengan konotasinya terkesan hanya ikut-ikutan. Yang rasanya telah merendahkan rasa nasionalisme sebagai saudara sesatu Bangsa dan Tanah Air. 

Apatah lagi jika permasalahan baru-baru ini masih seputar eksplorasi alam berlebihan yang selama ini mata kita telah melihat dampak buruknya.... Hutan yang luasnya setengah dari luas Jakarta itu diberikan ke satu perusahan untuk ia ubah menjadi perkebunan kelapa sawit. Gila. 

Walaupun model-model demikian sudah lazim, lihatlah hutan Kalimantan, sebagian besarnya dimiliki oleh pemilik-pemilik modal besar itu. 

Apa yang terjadi.... Rasanya krisis iklim yang mengkhawatirkan hari-hari ini tidaklah jauh dari sebab-sebab umum itu. Alih fungsi lahan, pun konsesi-konsesi tambang itu, bukan? 

Hutan-hutan dibabat dan bumi kian menangis.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pada Pagi yang Senyap__

Aku Suka Kopi

Mungkin Nanti__