Keajaiban Toko Kelontong Namiya___
Novel kali ini bergenre misteri, masih karya Keigo Higashino. Dan wow, memang ajaib. Judul bukunya sangat mewakili cerita.
Berbeda dengan Buku karya Keigo yang sebelumnya kubaca tentang misteri pembunuhan. Cerita detektif memecahkan kasus itu selalu tentang ketegangan dan semua permasalahan peliknya. Maka untuk Keajaiban Toko Kelontong ini ceritanya sangat hangat.
Seperti biasanya saat memilih novel dengan tema misteri ataupun cerita detektif itu untuk anakku yang mulai beranjak remaja. Ya, lagi-lagi, Aku, hanya perlu juga membacanya agar tahu seperti apa hutan belantara yang akan ditelusuri, iya, membaca buku itu seperti memasuki sebuah dunia tertentu, sebagai orang tua, Aku berusaha memastikan seluruh hal di sana ramah untuknya dan tentu saja sesuai usianya. Hanya ada satu penulis yang tidak membuatku ragu, yaitu buku Tere Liye. Dari sekian genre karyanya mulai dari yang fantasi dan memang menjadi serial favoritnya hingga cerita romancenya juga cerita aksinya itu aman. Sehingga Aku tidak perlu buru-buru mengecek sebelum akhirnya dia menagih untuk ikut membacanya.
Masih ada beberapa buku di Rak kami yang belum boleh dibacanya, dengan alasan tadi.
Jadi ini hanyalah bentuk kehati-hatian, pun ketika ada hal yang tidak sesuai dengan nilai yang dipercayai maka ditunda dan diberikan pemahaman dulu. Beberapa hal yang diyakini orang lain belum tentu baik untuk kita apalagi jika memang tidak sama dengan apa yang telah kita yakini. Cukup diketahui saja, bahwa ada hal seperti itu juga, dan menghargainya sebagai pilihan orang lain.
Eh, tentang cerita Toko Kelontong Namiya, ini bermula dari tiga orang pemuda yang bersembunyi di sebuah toko tua tak berpenghuni, tepat tengah malam setelah melakukan pencurian. Tanpa sadar di dalam toko itu mereka menemukan sepucuk surat, lebih tepatnya kedatangan surat. Surat yang datang tengah malam, dari lubang surat pada pintu gulung toko itu, rasanya sudah cukup aneh. Karena berfikir surat itu hanya akan berakhir sia-sia jika tidak dibuka mengingat toko ini sudah lama ditinggalkan dan tidak ada lagi yang mengunjunginya dilihat dari keadaan toko tersebut. Maka mereka sepakat membacanya.
Surat tersebut ternyata sebuah permintaan saran. Setelah berdebat, akhirnya mereka memutuskan membalas surat itu.
Dan keajaiban pun terjadi, mereka menolak untuk percaya tetapi tidak ada hal yang bisa membantah semua kejadian ganjil yang selanjutnya mereka alami.
Balasan surat dari masa lalu, perbedaan waktu di dalam toko kelontong ketika pintu belakangnya terbuka, dan hal ganjil lainnya. Waktu seolah berhenti di dalam toko itu.
Untuk sesaat mereka menggantikan peran Kakek Tua pemilik Toko Kelontong itu, yang semasa hidupnya tulus memberikan saran dan nasehat kepada orang-orang yang meminta bantuan.
Hal serunya lagi, semua tokoh dalam cerita memiliki hubungan pada akhirnya. Meski dalam alur yang maju mundur penulis sangat luar biasa membuat cerita ini seperti potongan-potongan puzzle yang kemudian di akhir cerita kita akan ber 'oh' panjang mengangguk dan tersenyum puas.
Komentar
Posting Komentar