Sejenak___


Lupakan jika telah lama tulisan disini terhenti. Aku hanya ingin merasakan lagi sejenak berada dalam belantara huruf-huruf ini tanpa ada hal yang mendesak untuk kuselesaikan, cerita seru yang ingin kuabadikan ataupun keresahan yang hendak dibagi. 

Hujan, Aku menyukainya. Dulu selalu menjadi alasanku untuk menulis disini. Kutulis apa saja yang tetiba terlintas di benak. Titik-titik air yang jatuh, cuaca yang sejuk dan semua suasananya teramat menyenangkan. Entahlah sekarang apakah masih akan sama. Aku mencoba memulainya. 

Aku sedang di kantor, hari mulai sore, masih satu jam lebih waktu pulang tiba. Seharusnya menjadi saat yang tepat untuk kembali menyusuri rangkaian kata yang dan semua huruf ajaibnya. Tidak ada pekerjaan yang mendesak untuk diselesaikan. Saatnya membunuh waktu dengan perlahan sebelum ia yang menikam. 

Hahaha...., waktu tidaklah sekejam itu. Hanya saja terkadang waktu jika tidak dimanfaatkan maka hanya akan beroleh sia-sia. Konon, jika tidak disibukkan dengan hal baik maka boleh jadi malah hal buruk yang membuat sibuk. Bukankah menulis adalah salah satu hal baik yang bisa dilakukan dibanding hanya menscrool hal-hal yang tidak penting. Layar HP ini selalu penuh dengan perangkap dan mata kita teramat mudah terjebak di sana. 

Sudah lama, Aku tidak bisa bertahan lama disini. Satu dua kalimat yang selesai setelahnya tak ada lagi. Catatan ini kembali ditutup. Berpindah ke aplikasi merah ungu ataupun berita-berita online yang selalu membuat betah dan tanpa sadar telah berlama-lama. 

Kali ini entahlah akan bertahan berapa lama.  

Suara notifikasi mulai memanggilku, derum mobil yang sepertinya terjebak di kubangan juga sepertinya menarik untuk kulirik. Oh, ya, jendela di samping meja kerjaku sudah berganti sedikit gelap oleh stiker yang memang sengaja dipasang agar pandangan dari luar terhalang, tapi kami yang didalam tetap bebas melihat keluar. Tidak ada lagi tirai hijau sage itu, biasanya kusingkap jika sedkit menghalangi pandanganku. 

Bangunan di samping kantorku sudah resmi dibuka, itu ternyata kantor untuk urusan haji dan umroh, otomatis sering ramai dikunjungi masyarakat apalagi sekarang ini, menjelang haji. Manasik ataupun segala macam administrasinya. Bangunan yang sejak awal dibangunnya sering menjadi objek kegabutanku. Ada beberapa tulisan hanya dengan melihat kesana, saat sedang diobservasi, lalu ketika pondasi mulai terlihat, dan tidak lama kemudian tiang-tiang kokoh sudah berdiri pun kuli-kuli bangunan yang mondar mandir. Itu sesekali menarik menjadi tontonan. 

Mungkin akan sama kali ini. Menulis memang selalu seperti itu, akan lebih terasa mudah jika melihat sebuah objek yang akan dituliskan. Seperti memindahkannya saja dalam catatan ini. 

Iya, samping kantorku akhirnya memiliki tempat disini. 

Halamannya masih rumput, beberapa permukaannya belum rata, jika hujan akan membentuk genangan-genangan air. Suara gerungan mobil tadi bisa dipastikan karena kondisi itu. Jadi rasanya tidak perlu menghentikan tulisan ini hanya untuk memastikannya. Toh, beberapa saat kemudian, suara mobil tidak terdengar lagi. 

Hhhm, bukan notifikasi, juga gerungan mobil yang membuatku berhenti melainkan angka di sudut layar ini sudah menunjukkan waktu ashar. Jadi, sampai di sini dulu. Sepertinya ini sejenak yang menenangkan. Aku selalu berharap bisa mengisi waktu-waktu luangku dengan hal-hal yang baik.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pada Pagi yang Senyap__

Aku Suka Kopi

Mungkin Nanti__